Edgar High School’s Prom Night

Have you seen a prom night before?
I guess some of you had it before, as I know some big private schools in Indonesia’s big cities always have one. I did have a prom night before, well, thanks to my junior class at that time who made it for us, senior class. Even though, unfortunately, it was the first prom night for my high school and also the last one.

Prom night in the United States is part of their tradition. Since Winter you can find in every department store that they sell prom night dresses, and in Summer they will sell dresses for home coming. FYI, here in most of school prom night is a party for junior class, and home coming is for senior class. Also, most of the school here has their prom night on April, one month before the class year end. So, if you see in movies that they have a prom night at the end of the senior class-year, it is unusual.


~Edgar High School, the Principle of Edgar High School and his wife, the King and Queen of Prom night 2011, and the theme board of prom night 2011~


~Some of junior students on Grand March, most of them got dressed, but there were two or three prefer to be casual~

In Edgar, prom night as always it is called Junior Prom Night. Junior prom night it means that the student who decorate the site, walk in grand march and are selected as King and Queen are junior students. However, as Edgar high school is pretty small, so every student (from freshman until senior) can join the party.

Probably some of you already know that my mentor mother (does) love the community events, and she is also one of the local education organisation member in Edgar, she never misses a prom night. As I have seen last night, prom night is more like community event, every member of the students’ family can come and see the party. You can meet babies until grandmothers or grandfathers here. Everyone can come.

The most interesting part of the prom night was when every student come with their dress and their friends, the principal of Edgar high school, he was standing outside and he would greet everybody who came, shook their hands, and give nice compliment about their dress. What a nice man!


~the nominees and the King and the Queen~

As you see in my pictures there are some boys who wore white tuxedo with their couples. They were the nominees of the King and Queen. (My second) FYI, I had met them all in Walmart before I went to Edgar in the afternoon (with their dresses and their tuxedo), and they took some pictures in Walmart before they went to dinner. For sure they took all the attention of Walmart’s shoppers.

One more thing, as the community concern, the organization which my mother mentor joining, always has post-prom night event. This is an event for the students who attend the prom night to have a fun-non alcohol party. At the party the member of the organization and some volunteers will have a ruffles, game, and bowling. They also provide transportation for the students. They always have post-prom night event to give a safe-good event for the students and prevent them to come to drunken-alcohol party. I do not have any picture from post-prom night, since it was started at 12 until 3 am. My mother and my father mentor went and helped the party, but I was not.


~light, music, and dance floor at the prom night~

Membasmi Ketombe dengan Mudah!

Pas aq curhat ke ibu mentorku kalau kulitku kerringgg banget selama winter, sampai-sampai lotion yang extra moisturizer nggak mempan lagi. Ibu mentorku yang nggak pernah ngalamin hal ini jadi bingung mo ngasih saran apa.

Setelah lima menit kita ganti topic, tiba-tiba ibu mentorku dapet ide.

Tapi, sarannya tuh ternyata bukan untuk kulit di badan, tapi untuk mengatasi kulit kering di kepala yang bisa menghasilkan ketombe. Ibu mentorku bilang kalau kulit kepala kan juga bagian dari keseluruhan tubuh kan… hahaha… bisa aja.

Sebagai anak mentor yang baik aq menanggapi sarannya dengan baik loh! Aq bilang, ‘iya-yah siapa tau berhasil untuk kulit tangan dan kakiku. Nanti deh aq coba.’

Sarannya siy simple banget. Hanya perlu dua bahan dan ini nggak akan makan waktu lama. Bagi yang bermasalah dengan ketombe atau kulit kepala yang kering dan gatal, coba deh resep ala America ini!

Bahan:
- Green Tea (dua sendok makan)
- Air (kurang lebih 1-2 liter)

Cara:
- Didihkan air sampai mendidih, kemudian angkat dari atas kompor/api.
- Masukkan green tea dan aduk-aduk sampai air berubah warna. Kemudian tutup air tersebut. (kalau pake panci, ambil tutup pancinya dan tutup; kalau pake gelas, tutup pake tutup gelas). Lalu diamkan sampai agak suhunya berkurang, sampai mencapai suhu ruangan.
- Saat air-green tea tersebut sudah men’dingin’, ini saatnya membilas air tersebut di kulit kepala.
- Siram pelan-pelan ke kepala, sambil pijat pelan-pelan agar air-green tea ini bisa merasuk ke sela-sela kulit kepala.
- Setelah proses ini dilakukan kurang lebih sekitar 2-5 menit, bilas rambut dengan dengan air biasa sampai bersih.

Gampang kan! ^^
Kata ibu mentorku kalau nggak berhasil, bisa diulangi lagi prosesnya. Selamat mencoba yah!!

St. Ives Intensive Healing, Ponds Dry Skin Cream, and Burt’s Bees

Perkenalkan tiga sahabat baruku yang menemani hari-hariku di Wausau. Tiga sahabat baruku ini menemaniku melalui hari-hari yang dingin dan kering disini. Tapi pertemuan dengan mereka bukanlah pertemuan yang mudah, aq harus melalui beberapa kali jatuh bangun (baca: trial and error) sebelum akhirnya menemukan mereka.


Yang pertama adalah St. Ives Intensive Healing. Untuk beberapa orang yang mengenal aq sejak kecil mungkin ingat kejadian saat aq kelas enam SD, saat kulitku terserang alergi parah. Sejak itu kulitku berubah menjadi sangat kering, lebih dari biasa dan sensitif, membuat aq menjadi lebih berhati-hati dalam memilih lotion.

Setelah melalui masa bulan madunya US selama musim panas di bulan Juni sampai Agustus, udara US menunjukkan wajah aslinya yaitu dingin dan kering. Pertamanya aq nggak sadar kalau kulitku mengalami perubahan, lotion yang aq pakai saat itu Vaselin Total Moisture Conditioning, ternyata tidak cukup membantu. Kulitku yang tidak kuat dengan udara yang ada menjadi kering dan gatal, yang berakhir dengan luka.

Beberapa pun banyaknya lotion Vaselin yang aq pakai saat itu ternyata tidak mengurangi keringnya kulitku. Sampai akhirnya aq googling dan menemukan St. Ives memiliki lotion yang mereka beri label sebagai ‘intensive healing’ dan setelah aq baca reviewnya, banyak penggunanya yang mengungkapkan kepuasan mereka terhadap produk ini. So, ketika ke Walmart kurang lebih dua bulan lalu aq memutuskan untuk membeli produk ini.

St. Ives Intensive Healing ini tidak mengandung parfum dan cocok untuk kulit yang sensitif dan sangat kering. Lotion ini mengandung ekstrak daun zaitun, yang dipercaya mengandung moisturizer yang tinggi dan bisa membantu pemulihan kulit kering, minyak biji cranberry yang kaya akan antioksidan yang bisa membantu menghilangkan penyebab kulit kering dan gatal, dan minyak biji anggur yang diyakini dapat menjaga kulit tetap lembab. Dan yang membuat aq yakin memilih lotion ini karena mereka menyebutkan kalau lotion ini cocok untuk mengatasi kulit yang kering extreme. Like mine.

Untuk harga, untuk kemasan yang aku punya kalau nggak salah itu hanya sekitar empat dolar. Dan ada juga kemasan dalam bentuk tube yang praktis untuk dibawa kemana-mana.

Setelah hampir dua bulan aq mencoba ternyata hasilnya memuaskan. Kulitku yang kering dan gatal setelah tiga kali pemakaian, menjadi tidak kering dan gatal lagi. Aq hanya perlu memakai lotion ini dua kali sehari. Kecuali saat-saat tertentu saja, aq memakai lotion in ilebih dari dua kali. Tapi ini membuat aq lebih mudah, karena dengan lotion sebelumnya aq harus memakai lotion hampir setiap satu jam sekali. Kebayangkan kalau tengah malam terbangun karena gatal dan harus memakai lotion, huuufffhh… nggak banget! Tapi alhamdulillah sekarang sudah nggak pernah, waktu tidurku sekarang jadi lebih banyak dan berkualitas (cieee…).

Sahabat yang kedua Ponds Dry Skin Cream, yang ini hanya aq pakai untuk di wajah. Alhamdulillah pertama kali mencoba langsung cocok, jadi terus aq pakai sampai sekarang. Kalau dulu sempat ketika wajah kering, karena malas untuk beli krim wajah aq hanya pakai lotion untuk badan dan aq pakai di wajahku. Entah benar atau nggak… tapi nggak ada efeknya tuh, jadi aq anggap benar.

Tapi, kalau nggak salah yah, aq cerita ke suamiku tentang kemalasanku untuk membeli krim wajah dan dy saat itu protes berat, hehehe… (love you hun ^_*) Yah, akhirnya aq beli krim wajah milik Ponds, kalau nggak salah produk ini nggak terlalu mahal jadi aq pilih yang ini. Harga satu pouch ini kalau nggak salah sekitar enam sampai tujuh dolar.

Pemakaiannya mudah, hanya dua kali sehari. Sebelum tidur dan sebelum beraktifitas. Kadang aq juga pakai ditengah hari saat aq habis sholat, karena setelah dipakai berwudlu, air menghapus krim ini. So far so good, aq beli krim ini tiga bulan lalu, dan walaupun rutin memakai, krim ini masih awet dan baru sepertiganya aja yang terpakai.

Dan yang terakhir adalah lipgloss Burt’s Bees. Nggak usah ditanya lagi, kalau lipgloss Burt’s Bees adalah salah satu merk yang dipercaya disini. Dan lipgloss adalah benda kecil penting yang aq kantong kemana-mana. Pertamanya aq nggak begitu percaya lipgloss ini akan memberikan efek yang berbeda ke bibirku. Karena sejak kejadian ketika aq SD yang sempat aq sebut diatas, bibirku tuh hampir setiap saat kering dan aq sudah mencoba berbagai lipgloss ketika di Indonesia dan nggak ada hasilnya. Akhirnya, aq terbiasa dengan bibir keringku.

Dan ketika sampai di Wausau, aq disarankan mencoba lipgloss ini, yang katanya tok-cer. Karena aq lupa-lupa melulu, aq baru membeli lipgloss ini ketika aq membeli lotion St.Ives. Setelah dicoba ternyata bibirku nggak kering lagi, sejak itu aq selalu nggak pernah lupa untuk membawa lipgloss ini ketika beraktifitas. Oiya, harga lipgloss ini tiga dolar empat puluh sen, agak sedikit lebih mahal dari pada lipgloss biasa, tapi seperti banyak orang bilang ada harga, ada kualitas!