I Love Weekend!

Picture taken by si Mas with some direction from me

Semenjak sebulan lalu aku mulai kerja casual dengan lima hari kerja, *karna VISAku tidak memungkinkan aku untuk kerja full time* maka setiap akhir pekan adalah saat-saat yang aku tunggu-tunggu, tidak lain dan tidak bukan karna di akhir pekan aku bisa bermalas-malas-malasan hehehehehe… Nggak perlu bangun pagi dan lari-larian berangkat kerja, paling bangun untuk sholat subuh kemudian bablas lagi sampai waktunya sholat dhuha datang. :D

Biasanya kalau akhir pekan seperti ini aku dan si Mas selain bermalas-malas-malasan, biasanya kami juga sibuk masak. Karna pekerjaanku menurutku menguras tenaga, maka di weekday aku berusaha untuk memanfaatkan waktuku untuk beristirahat dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah yang terlalu rumit, such as memasak.

Honestly, aku tuh nggak hobi masak, tapi kalo di sini nggak masak berarti kami nggak bisa makan. Kalo di Indo, kalo nggak masak tinggal meluncur aja ke warung sebelah beli lauk. Nah kalo di sini, sekali makan di restaurant halal lumayan  mahal, udah gitu restaurant halal jumlahnya bisa dihitung dengan satu tangan, bisa-bisa bokek plus bosen hahahahaha…

Yah, jadilah istri pemalas ini berusaha berubah menjadi domestic goddess. ;) *tarrrraaaaa…*

Tapi jangan harap makanannya bakal beragam tiap hari yah hahahahaha… Belajar dari dua ibu, Ibuku di Indo dan Ibu mentorku saat aku di Amrik, mereka berdua sama-sama wanita bekerja. Ibuku dulu ketika masih bekerja, sering sekali harus berangkat kerja sebelum jam enam pagi. Sedangkan Ibu mentorku setiap hari berangkat jam setengah lima pagi, untuk nge-gym dua jam baru bekerja. Nah dua Ibu tersebut punya kebiasaan memasak yang sama, memasak dengan jumlah besar di akhir minggu.

Yeay!

Karna walaupun pekerjaanku sekarang nggak sekeren mereka, tapi merasa sesibuk mereka jadi aku meniru cara mereka memasak, memasak dalam jumlah besar di akhir pekan. Seperti weekend ini, aku memasak Indian Chicken Curry ala Praveen *next time aku post resepnya, I sueeerr*, Sop Buntut Goreng (resep ambil di blog The Karimuddin), Bistik Lidah Sapi. Abis masak, ditaruh di kotak-kotak makan, dan masukkin di freezer, itu semua untuk makan siang dan malam seminggu ke depan.

Untuk sarapan seminggu kedepan, aku bikin waffle dan pancake. Dua makanan ini pake resep yang sama, resepnya waffle, cuma cara mengolahnya yang beda. Setelah jadi, aku bagi-bagi dalam lima kotak dan taruh di freezer *pancake ternyata nggak seenak waffle kalo disimpen lama, paling cuma dua hari aja :( *Kemudian untuk sekedar tambahan, aku berhasil bikin sirup vanila, dan si Mas malah lebih canggih lagi, dia bikin sushi! Sluurrrppp…

Picture taken and directed by si Mas

Akhir pekan yang penuh dengan makanan hahahahaha… I love weekend!

Anyway, aku penasaran dengan weekend-weekend teman-teman, was yours as fun as mine? :)

Crab Rangoon Recipe

Kalo inget crab rangoon, aku langsung teringat dengan pembicaraan antara Praveen dan seorang waitress saat kami, aku, Yudis (teman Indonesia yang satu program) dan Praveen (teman India, yang aku sempat sebut namanya di post beberapa saat yang lalu) sedang makan siang di salah satu restaurant makanan China.

Saat itu si waitress yang ternyata teman satu kampus kami *nggak penting deh ya…* menawari Praveen snack berupa crab rangoon. Karena Praveen tidak pernah makan crab rangoon sebelumya dan dia juga berpantang makan daging sapi dan babi, maka dia bertanya apa isinya crab rangoon tersebut.

“It’s only cream cheese and scallions.” Jawab waitressnya.

“It’s only cream cheese and scallions?” Ulang Praveen, sambil menunjukkin wajah nggak percaya.

“Yes, yes.” Waitressnya berusaha meyakinkan Praveen kalau di crab rangoon nggak ada daging sapi dan dia bisa makan.

Setelah Praveen setuju untuk pesan crab rangoon juga dan waitressnya pergi, Praveen bilang ke kita dengan agak kesal, “Why they call it ‘crab rangoon’ if they do not put any crab there!” Kita yang denger cuma ketawa, hahahahaha… Bener juga yah masa namanya crab rangoon tapi kok nggak ada kepitingnya (crab).

Tinggal di Wisconsin yang nggak ada pantainya bikin harga seafood tuh mahal, aku dan Yudis berpikir selama ini crab rangoon yah isinya ada kepitingnya. So, dengan makan crab rangoon (yang jadi snack gratisan restaurant ini) maka kita akhirnya makan makanan mahal. Kalo ternyata nggak ada seafoodnya kan kita rugi nggak bisa bergaya kalo abis makan makanan mahal, hahahahaha…

Karena kita rada penasaran masah sih nggak ada kepitingnya, soalnya kita suka makan crab rangoon apalagi yang gratisan. Maka pas crab rangoonnya ini dianterin ke meja kita,  Praveen (yang ternyata masih gemes) nanya lagi. “Are you sure it doesn’t have any crab inside?”

Si waitressnya yang malah mikir kalo Praveen punya alergi seafood, “Hmm, I think it has some crab meat inside, imitation crab meat. Do you have any allergic to  seafood?”

Praveen spontan ngejawab nggak ada alergi.

Walaupun kita tahu kalau di crab rangoon daging kepitingnya cuma imitasi, setelah itu kita malah makin rajin banget makan di restaurant ini dan selalu minta snack crab rangoon mereka yang gratis. Ternyata setelah dirasa-rasa beberapa kali, crab rangoon enak juga hahahahaha…

Ok, ok now back to the main topic, recipe!

Weekend lalu aku tiba-tiba kangen banget dengan yang namanya crab rangoon. Mo beli yang langsung jadi tapi kok di kulkas masih ada kulit lumpia nganggur. Aku pikir daripada beli, mending bikin aja. Bahan dan caranya mudah, hanya berbekal aduk-aduk sebentar lalu goreng atau panggang.


Crab Rangoon Recipe

Bahan:

Kulit lumpia

250 gr cream cheese, kalau beku diamkan sebentar hingga sama dengan suhu ruangan

1 kaleng (240 gr) daging kepiting kalengan, buang airnya

1 buah  bawang daun (mudah-mudahan nggak salah nulisnya) atau kalau orang Aussie bilang ‘spring onions’, di Amrik bilangnya ‘scallions’ atau ‘green onions’

minyak untuk menggoreng

Cara membuat:

1. Campur cream cheese, daging kepiting, dan bawang daun sampai rata.

2. Ambil satu kulit lumpia, taruh satu sendok adonan dalam kulit lumpia dan tutup seperti membuat siomay.

3. Goreng dalam minyak panas atau dipanggang selama 10 menit. Setelah kulit lumpia berubah warna, angkat. Kemudian sajikan dengan saus asam manis.

Rasanya lebih enak daripada crab rangoon gratisan lho! Hahahahaha… karna daging kepitingnya di crab rangoonku lebih terasa. Oiya, karena aku nggak punya oven, selama ini aku hanya mencoba dengan menggoreng, aku belum pernah coba versi panggangnya. Ayo niy coba dibikin resep mudah, mumpung lagi weekend! ;)

Kecap Manis Made in Australia

Sedang berada di luar negeri tapi kangen sama makanan yang mengandung kecap manis?

Kalau yang berada nggak begitu jauh dari Indonesia, seperti di Aussie, pasti bisa nemu beberapa macam kecap manis di supermarket. Sama seperti di supermarket dekat tempat tinggal kami. Selain ada yang merk ABC yang sudah kita kenal, ada Pandora perusahaan makanan Asia yang membuat Indonesian Kecap Manis made in Thailand, dan ada home-brand supermarket Select yang membuat Kecap Manis made in Australia. Kalau urusan harga kecap manis Select paling murah, dan kecap manis ABC yang paling mahal.

Tinggal pilih saja mau kecap yang made in Indonesia, made in Thailand, atau made in Australia? :)