Main ke Mall

Coz Myer’s coming!

Well, ini kayanya bakal jadi post bertema perempuan, karna ini salah satu tempat favoritnya perempuan, mall!

Yeay, mall.

Mungkin ada yang ingat di beberapa posting lalu aku suka nulis rumah kontrakan kami di Aussie deket dengan mall, namanya Stockland Townsville. Hanya perlu jalan tujuh sampai sepuluh menit saja untuk sampai ke mall itu.

Setahun lalu ketika aku baru datang ke Townsville, Stockland Townsville sedang dalam masa pengembangan bangunan. Jadi hampir dari separuh bangunan masih tertutup untuk umum. Sampai akhirnya seminggu (lebih beberapa hari) lalu, sebagian besar bangunan yang dikembangkan resmi dibuka. Kebayang dong, biasanya keliling mall cuma butuh lima menit untuk jalan dari ujung ke ujung, eh sekarang butuh lebih dari sepuluh menit untuk menyebrangi bangunan mall yang baru ini. Leeebbaaaarr… *baru deh berasa mallnya kaya mall di Jakarta hihihihi…*

Nah, sehari sebelum pembukaan sebagian bangunan tersebut, ada pre-opening untuk departement store bernama Myer. Myer ini salah satu departement store yang cukup terpandang di Aussie. Kalau dicari persamaannya mungkin sama seperti Nordstorm di Amrik atau Sogo di Jakarta. *yang Jakarta mudah-mudahan bener, maklum gagap belanja kalau di Jakarta, lha ada Mangga Dua sih hahahaha…*

Pre-opening Myer ini menarik perhatian banyak orang, terutama untuk kota sekecil Townsville. Setelah beberapa bulan pihak marketing Myer dan Stockland memasang pengumuman bahwa Myer akan segera buka, plus mereka juga sudah mulai memasang booth untuk menjadi member toko mereka (I did apply). Maka bisa ditebak saat pembukaannya, it was soooo crowded fenomenal.

Beberapa hari sebelum pembukaan, setiap member Myer mendapatkan undangan untuk datang ke acara pre-opening Myer. Acaranya sendiri diadakan di hari Rabu, dimana toko-toko lain (dan mall lain) sudah tutup. Di Townsville dan sebagian besar di Australia, kecuali supermarket dan setiap hari Kamis, toko-toko biasanya tutup jam enam sore.

Di hari itu pre-opening dimulai pada jam enam sore sampai jam sembilan malam. Karena department store ini terletak di ujung bangunan mall yang baru selesai dikembangkan, dan mall bagian tersebut baru resmi terbuka keesokan harinya (hari Kamis = midweek shopping day, semua toko tutup jam 8.30 malam), maka para undangan yang ingin masuk harus melewati pintu Myer yang terhubung dengan tempat parkir. Awalnya aku nggak begitu perhatian kenapa ada banyak polisi dan petugas keamanan mall yang berjaga di sore itu, karena aku pikir nggak akan banyak undangan yang akan datang.

Ternyata sodaraa…

Satu jam sebelum pembukaan, jalan di depan mall mulai macet. *nggak pernah ada sejarah macet di Townsville, never* Setengah jam sebelum pembukaan tempat parkir dalam bangunan mall yang tersedia untuk seribu mobil, statusnya penuh. Sehingga banyak pengendara mobil yang ingin datang ke acara pembukaan harus parkir di tempat parkir seberang mall, atau tempat lainnya di sekitar mall. Untuk menuju pintu masuk Myer (yang ada di tempat parkir lantai dua), kami harus melewati eskalator landai (yang biasanya dipakai untuk troli belanja dan kursi roda) yang dimatikan, karena terlalu banyak orang yang menggunakannya. Karena kalau dinyalakan akan membuat banyak orang terjatuh, karena terlalu padat penggunanya.

Belum itu saja, saat aku, si Mas dua teman kami datang lima belas menit sebelum pembukaan, antriannya sudah mencapai 500 meter, dan itu dari dua arah *berarti kalau dijumlahkan sudah mencapai satu kilometer*. Dan hampir semua undangan datang dengan best outfit mereka, kaya udah mo ke pesta aja. Setelah menunggu lima belas menit setelah toko resmi dibuka, kami akhirnya masuk ke dalam Myer. What a long line! :)

Dibalik keharusan untuk menunggu, aku merasa acara ini dikelola dengan cukup baik. Saat kami mengantri, petugas keamanan hilir mudik untuk memastikan undangan yang mengantri dalam keadaan yang nyaman.  Sukurnya juga karena salah satu budaya orang barat yang tidak terbiasa melakukan kontak fisik, artinya masing-masing orang yang mengantri memiliki jarak yang cukup satu sama lain. Nggak empet-empetan seperti mengantri di Indo. Sehingga saat kami hampir masuk, karena terlihat di dekat pintu masih banyak orang sebelum kami belum bergerak masuk ke bagian dalam toko, kami diminta menunggu beberapa menit. Agar saat kami masuk ke dalam toko, kami bisa bergerak dengan leluasa.

Ternyata ketika kami masuk, *I was lucky, I was at the front of my batch* beberapa store assistants yang bersiap di sepanjang pintu menyambut kami dengan mengucapkan selamat datang dan bertepuk tangan *like I was a celebrity :p *. Musik klasik dimainkan oleh empat pemain biola dan cello saat kami lewat. Kemudian, waitress yang dengan nampan berisi minuman dan permen juga menyambut kedatangan kami. Jadi kami bisa berkeliling toko dengan botol jus di tangan atau botol air mineral. Di departement store nggak boleh makan dan minum? Hmm… udah nggak jaman lagi kayanya hahahahaha… :D


Sambil berjalan mengelilingi toko baru tersebut, aku melihat beberapa orang yang termasuk sepuluh orang terawal masuk ke toko, di leher mereka tergantung kalung bunga ala Hawaiian, dan di tangannya ada satu cup berisi soup. Hmm… yummy…

Setelah empat puluh menit kami window shopping, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Saat itu sudah menunjukkan jam tujuh malam, satu jam setelah toko resmi dibuka. Karena pintu yang ada hanya satu, maka kami harus keluar toko melalui pintu dimana kami masuk. Anihou, saat kami keluar toko, petugas dari mall harus memberhentikan antrian yang akan masuk ke dalam toko agar kami dan beberapa orang lainnya yang ingin keluar toko mendapat jalan. Eennn… ternyata antriannya masih sama panjangnya seperti saat kami masuk tadi, atau mungkin lebih panjang lagi. Sukurnya, ada beberapa petugas keamanan yang menyebar sambil membawa botol air minum bagi undangan yang masih mengantre *sambil jalan sambil memberikan tatapan bermakna, ‘keep up your spirit guys, you’re almost make it!’ hahahaha… :D *

Penasaran ada berapa total orang yang datang ke pre-opening Myer? Dari berita lokal di TV keesokan harinya, dilaporkan ada lebih dari dua ribu orang yang datang di acara pre-opening tersebut. Ho-ho-ho…what a night! :)

Maap keun yah… kalo gambarnya pada nggak pokus, soalnya ngambilnya sambil jalan sih… hehehehe…

Giveaway dari Bebe

Untuk memperbesar peluangku biar menang giveaway-nya Bebe, yang bisa diklik di sini, maka saya umumkan kalau saya ikutan juga!! Kalau ada yang pingin dapet oleh-oleh khas negara Eropa, ikutan aja, caranya gfammfang sekalee. Tinggal dilihat di blognya aja. Good luck yah! ;)

*Beee, nanti kalo aku menang, aku minta yang paket tas Tin-Tin yah, yah… PDtingkattinggibakalmenangdotcom*  :D

Greek Festival and International Rugby Match

Hari Sabtu kemarin bisa dibilang hectic banget, karena aku dan si Mas punya dua kegiatan yang nggak pingin kami lewatkan. Yang pertama Greek Festival yang diadakan local greek community, dan yang kedua adalah pertandingan rugby antara Australia dengan New Zealand.

Greek Festival

Karena Australia pada dasarnya adalah negara imigran (sama seperti Amerika Serikat dan Kanada), maka banyak komunitas-komunitas yang terbentuk di negara ini berdasarkan negara asal pendatang. Ini terjadi pula di Townsville, terlebih karena Townsville adalah kota pekerja, maka banyak pendatang-pendatang dari negara lain pindah ke kota ini sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Untuk mempertahankan budaya mereka sekaligus memperkenalkannya pada masyarakat luas di kota ini, masing-masing komunitas setiap setahun sekali mengadakan festival budaya mereka di Townsville. Kali ini adalah giliran komunitas yang datang dari Yunani (Greece, orang Yunani = Greek).

Sejak sebulan yang lalu di beberapa tempat di Townsville sudah mulai terpasang pengumuman tentang festival ini. Saat melihat iklannya dua hal yang membuat aku tertarik untuk datang, pertama tempatnya bisa kami jangkau *maklum busmania* dan yang kedua ada tulisan di highlight ‘free of entry’ *siapa coba yang bisa nolak gratisan? hehehehe…*. Setelah browsing jadwal acara festival ini di internet, kami berdua sengaja berangkat sebelum dhuhur, karena kami berencana untuk tidak berlama-lama di sana dan hanya berada di sana saat acara budaya dan hiburan yang ingin kami tonton dimulai.

Saat kami sampai di tempat festival, kami berkesimpulan ternyata cukup banyak orang Yunani yang bermukim di Townsville, terbukti dengan meriahnya festival yang mereka adakan. FYI, bosku, si pemilik perusahaan tempat aku memburuh juga orang keturunan Yunani lho! *berarti banyak kan?*

Ada beberapa venues di acara festival kemarin, ada amusement park kecil-kecilan untuk anak-anak *kaya pasar malem gitu*. Ada Agora Market yang merupakan pasar yang menjual sayuran dan barang-barang khas Yunani. Ada beberapa toko makanan, mulai dari pasar makanan Yunani, sampai stand untuk minum kopi. Dan yang terakhir adalah tempat yang kami tuju, panggung hiburan, yeay!

*mmm… sebenernya ada arti dibalik kata ‘yeay’…*

Ketika kami sampai di sana, pas banget dengan acara yang kami aku tunggu-tunggu, selain kami ingin melihat tarian khas Yunani, aku pingin liat Alvin and the Chipmunks!!! hehehehehe…

Si Mas pas ngeliat aku buru-buru cari tempat duduk agak ke depan, kemudian si Alvin dan teman-temannya keluar, langsung paham kenapa istrinya pingin cepet sampe di tempat acara, yo’i si Istri pingin liat Alvin Cs nari Macarena hehehehehe…

Mari kita skip cerita tentang trio chipmunks yang imut-imut itu dan berkonsentrasi pada hal yang khas Yunani. Setelah Alvin Cs nari dan nyanyi-nyanyi selama lima belas menit, kemudian kami disuguhi tarian Yunani yang ditarikan oleh anak-anak. Setelah itu gilirannya penari dari komunitas Yunani di Sydney yang menampilkan tarian tradisional Yunani.

Karena secara geografis Yunani terletak di Eropa bagian selatan dan berdekatan dengan jazirah Arab (Asia Barat dan sebagian negara Afrika Utara) maka musiknya mirip dengan musik dari negara Arab. Dan ada pula beberapa gerakan yang ditarikan oleh penari prianya yang mirip dengan tarian Arab. Tariannya sendiri sepertinya gabungan dari beberapa tarian karena kemarin mereka menari kurang lebih tiga puluh menit. Sukurnya tarian mereka adalah tarian rancak, jadi aku nggak ketiduran pas nonton hehehehehe…


Selain panggung hiburan yang diisi oleh tarian dan Alvin Cs, di festival ini mereka juga menampilkan band Yunani dari Sydney *yang otomatis bikin kami berdua agak bosen, karna nggak ngerti apa yang mereka nyanyiin*, acara masak-memasak, dan berbagai lomba. Seperti kompetisi olive spitting (ngeludahin buah zaitun), grape stomping (nginjek-nginjek anggur dalam tong), Greek dancing (nari Yunani), dan nggak ketinggalan yang paling khas adalah plate smashing (mecahin piring) hahahaha…

Karena si Mas ada janji sama temen-temenya untuk bikin video menyambut hari guru, maka setelah menonton tarian Yunani dan berkeliling-keliling sebentar di tempat makanan dan pasar Yunani, kami memutuskan untuk pulang.

Kanggaroos VS Kiwis

Sorenya kami punya rencana untuk menonton pertandingan rugby antara Australia (Kanggaroos) dengan New Zealand (Kiwis). Kalo boleh cerita dari awal, sebenernya aku yang piingiiin banget nonton pertandingan rugby secara langsung di stadion di kota kami, karena ada team nasional yang bermarkas di Townsville. Jadi sejak kompetisi NRL (National Rugby League) Australia dimulai awal tahun ini aku sudah mulai nyari-nyari tanggal yang pas buat nonton. Sayangnya sampai kompetisi ini berakhir aku belum bisa merasakan asiknya nonton langsung.

Kemudian di pertengahan tahun, aku dengar akan ada pertandingan Australia versus New Zealand yang akan berlangsung di sini. Awalnya nggak optimis untuk dapet tiketnya, karena tiket untuk pertandingan ini sudah mulai dijual sejak bulan Juli. Dan hari senin minggu lalu saat aku ke front-desk mall deket rumah yang kebetulan juga menjual tiketnya, kata mereka tiket untuk pertandingan tersebut sudah habis. Tapi di hari Selasa, setelah pulang dari kerja, aku ngeliat di Facebook page mall tersebut kalau mereka mengadakan giveaway, yaitu dua tiket gratis bagi tiga orang pertama.

Si Mas nanya ke aku apa aku tertarik untuk ikutan giveaway mereka. Aku jawab, ‘Iya.’ Setelah sholat ashar, kami buru-buru ke mall tersebut dan saat sampai di front-desk, aku bilang kalo aku liat pengumuman di facebook dan nanya apa tiket gratisnya masih ada. Dan ternyata masih ada!! Woott..wooott…!!

Akhirnya kami nonton pertandingan langsung di stadion kota kami!

Jadi kemarin setelah si Mas selesai bikin video dengan teman-temannya, kami berangkat naik taxi ke stadion. Kami nggak bisa naik bis khusus untuk penonton karena waktu sholat magrib yang berdekatan dengan waktu dimulainya pertandingan.

Daaan sama seperti ceritanya si Bebe di Paris, kayanya momen penting itu biasanya disertai ‘out of mind-stuff’. Silly thing yang terjadi kemarin adalah kami nggak bisa masuk stadion karena si Mas membawa kamera DSLRnya plus lensa panjang. Oohhh my…

Kesalahannya kami nggak membaca peraturan yang tercantum di balik tiket sebelumnya. Ugghh… sebagai orang yang rajin ngebaca surat kontrak dan perjanjian, lha ini kok bisa aku kelupaan ngebaca… Akhirnya kami balik lagi ke rumah kemudian kembali lagi ke stadion, karena bis penonton baru akan jalan setelah pertandingan usai, maka kami harus naik taxi. Huhuhuhu… Biaya naik taxinya mahal euy… :(

Tapi itu semua pikiran mengenai biaya taxi yang mahal terhapus saat kami masuk stadion, karena kami ternyata dapet kursi enak. Tempat kami duduk ada tribun yang deket dengan lapangan dan sisi yang ‘ekslusif’. Sampai-sampai supervisor di bagian kerjaku pas aku kasih tau kalo aku dapet tiket di sisi ini, dia bilang kalo aku dapet sisi yang enak banget *dan mahal*.

Pertandingannya seru banget, apalagi saat tim Kanggaroos bisa ngalahin tim Kiwis, 18-10. Horray!!

Nah ada yang sempet nanya kenapa aku seneng nonton rugby, jawabannya panjang kalo dijelasin hehehehe… Kalau disingkat, dulu pas di Amrik, keluarga mentorku seneng banget nonton american football, yang mana sekilas mirip dengan rugby. Jadi pas aku nonton rugby pertama kali aku bisa mengerti cara main mereka. Tapi jangan nanya apakah rugby dengan american football mirip pada masing-masing pendukung olah raga ini, karena mereka akan spontan ngejawab, ‘Noooo!!’ dengan nada tersinggung. Intinya mereka nggak mau olah raga yang dicintai disamakan dengan olah raga lain hehehehe… *padahal ya mirip-mirip lho…*

Di pertandingan seru ini semua tiket ludes terjual dan totalnya ada 26.479 orang yang datang malam kemarin, padahal kapasitas maksimal stadion ini adalah 26.500 orang. Kebayang kan penuhnya…

Dan kebayang pula ngantri busnya untuk balik pulang, yang paaaaaaaaannnnjjjaaaaaaaanggg dan laaaaaaammmmmaaaaaaaa…

Kemarin malam mungkin lebih dari dua pertiga orang mengantri bus dan taxi. Ada beberapa alasan yang menyebabkan. Pertama, minum beer sambil nonton pertandingan olahraga seperti ini adalah biasa, dan ada larangan menyetir bagi orang yang memiliki kadar alkohol di atas ketentuan yang berlaku. Sehingga banyak orang lebih memilih naik bus atau taxi daripada membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain dengan menyetir dalam keadaan yang tidak fit. Alasan lainnya adalah karena tempat parkir yang terbatas di area stadion, hanya untuk 2000 mobil. Nggak akan cukup kan untuk 26 ribu orang?! :)

Ada beberapa jalur bus yang disediakan, ada yang gratis (untuk rute dekat) dan berbayar (untuk rute jauh). Tempat tinggal kami termasuk rute jauh, jadi kami harus mengantri panjang.

Saat melihat antrian panjang si Mas mulai deh menggerutu, aku rasa dia kecapekan karena nggak berhenti beraktifitas dari pagi sampai malam (kami keluar stadion jam 9 malam), jadi dia agak mudah menggerutu. Mulai pingin antri di tempat taxi, dan aku tolak karena antriannya panjang dan taxi nggak selalu datang, sedangkan bus bisa mengangkut banyak orang sehingga aku pikir lebih kami akan lebih cepat sampai, dan menggerutu di banyak hal lain hehehehehe… *kasian si Mas…*

Aniwei, setelah kami mengantri selama empat puluh menit, akhirnya kami dapet bus dan sampai di halte terdekat dengan rumah. Eh di perjalanan ke rumah, aku bingung cari toilet terdekat. Akhirnya kencan malam itu kami habiskan dengan minum hot choco di McCaffe yang buka 24 jam dan ada toiletnya! Perut hangat, hati tenang, perjalan pulang ke rumah sudah dengan mood yang lebih baik, malah bisa ketawa-ketiwi hihihihi… What a night day! :)

My eBook Giveaway Announcement

First, I wanna say thank you, thank you, thank you very much untuk semua teman-teman bloggers yang udah ikutan giveawayku *kaya banyak aja yang ikutan hehehehe…* Pingin meluk satu-satu. Semua posts yang ikut, semuanya menarik. Saking menariknya aku pingin semuanya menang, andai kalo kerjaan casualku gaji sejamnya seratus dollar wah udah aku beliin aja semuanya hehehehe…

Jadi untuk kali ini pemenangnya hanya satu dulu yah… :)

Setelah aku, si Mas, dan adikku mengumpulkan ide dan penilaian masing-masing, akhirnya kami bertiga ternyata punya pilihan yang sama tentang pemenang giveaway pertamaku ini. Heran juga siy, soalnya aku, si Mas, dan adikku memang janjian untuk nggak saling tuker pikiran saat membaca ini, jadi kami ngasih tahu opini kami setelah kami selesai memilih. Maksudnya biar opini masing-masing nggak terpengaruh oleh yang lain.

Dan kami memilih…

*drum roll*

*toretoteettt!!*

The first giveaway of Tempat Ketiga, eBook Giveaway: Choose Your Own Book, goes to…

Arman dengan post penuh cinta dengan buku pilihannya yaitu Cupcake Charm by Joanne Ong

postnya bisa dilihat di eBook Giveaway: I Choose Cupcake Charm

Congratulation for Arman and Esther, hope you enjoy the book very much!