Mungkin sulit bagiku untukbisa konsisten dalam mengunjungi blog ini setiap hari, apalagi posting.. Ampyuuunnn dechh.. he.he. Sewaktu-waktu selalu ada tugas yang mengharuskan aku mengembara ketempat-tempat jauh dibelahan bumi pertiwi ini.. (cieee…) walo berharap bisa keluar negeri jugas sih… (amin).

Setelah Ekspedisi ke Raja Ampat Papua, kemarin aku baru aja datang dari ekspedisi di Halmahera, hampir 1 bulan. Banyak kesan yang mendalam bersama rekan2 peneliti baik dari dalam maupun luar negeri. Kami saling men-support dalam tugas kami, bahkan pekerjaan setelah ekspedisi berakhir. Namun sekali lagi, ada sesuatu yang kurang selama perjalanan ini. tak ada senyum manis kekasih yang selalu menjadi penenang jiwa takala letih melanda. Apalagi keterbatasan sinyal HP membuat kami jarang banget bertegur-sapa, bahkan ber-SMS pun tak bisa. bayangin deh, sedih kan… (mari kita sama2 menerawang jauuuhhh, membayangkan situasi… he.he.he)

Kegiatan utamaku dalam ekspedisi ini adalah melakukan sampling Echinodermata. Memang keindahan panorama dasar laut Halmahera sangat memukau, namun sesekali kerusakan terjadi akibat bom-bom yang sengaja dilepaskan tangan-tangan jahat yang tidak berperikelautan… (Lho…??? Jadi ngelantur…)
Terumbu karang yang indah dan merupakan ekosistem yang kaya harus hancur demi tujuan sesaat dari segelintir manusia, sungguh sayang. Padahal Laut kita adalah harta yang tersimpan dan belum banyak kita manfaatkan, selain sebagai tempat kita membuang sampah dan limbah, sungguh miris deh.. Hikz…

Namun aku hanya bisa berkata-kata, menuangkan sedikit dalam tulisan singkat ini. Hanya masyarakat (bersama-sama) yang bisa menentukan kelangsungan Laut kita di masa depan.


Kesedihan yang menggerogoti jiwaku bukan sebatas itu saja. Kesepian yang secara laten menggerogoti mentalku, sedikit demi sedikit membuatku perihm, namun aku bertahan dengan sapaan, keakraban, dan kehangatan dari rekan2 sesama peneliti, dosen, dan juga kru kapal.

Selain canda dari rekan2 peneliti, di atas dek, hanya angin laut yang menerpa wajahku untuk memberikan kesegaran dingin, walau kadang menikam, semakin dingai kala kesepian. Juga cakrawala luas yang senantiasa menggodaku dengan bayang-bayang manis kekasih. Namun dibalik punggungku, masih tersisa hangat mentari senja yang memberikan semangat dan harapan. Semangat untuk tetap bekerja demi harapan dimasa yang akan datang.

Kini aq telah bertemu kekasihku, matahariku. Walau sesat, namun kerinduan telah terjawab bersama senyuman hangat dan keindahan di sinar matanya. Yang tersisa adalah pertanyaan-pertanyaan tentang kerinduan-kerinduan berikutnya…
Mizz U,.. always..!

Posted in Him

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s