Kebaya

As I ever wrote in my previous posting that I will wear two kebaya. Kebaya untuk upacara akad nikah adalah kebaya sederhana dengan bordir yang imut and kebaya untuk tasyakuran adalah kebaya yang aq jahitkan. Nah, pertamanya aq pikir better kalau aq nyewa aja, tinggal pilih warna dan beres deh. Tapi Ibu bersikeras agar aq bikin kebaya sendiri, katanya siy biar bisa dipake lagi untuk lain waktu. Walah?! Kalo kebaya pengantin mah nggak bisa dipakai dua kali, karena pasti rame banget. So, karena permintaan ini aq nyari kebaya yang aq suka dan jatuhnya ke kebaya yang nanti akan aq pakai untuk upacara akad nikah.

Kebaya yang kedua muncul karena tante-tante aq merasa bahwa kebaya yang aq pilih terlalu biasa. Dan akhirnya mereka membawa aq ke Toko kain Citra dan memilihkan bahan untuk aq pilih. I chose ivory. Ok.

Besoknya aq bawa ke nte Yayuk, lebih dikenal dengan nama Ibu Rahayu Prabowo di Jl. Telasih no 7. Walaupun nte ini sudah berumur tapi kalau masalah mode kebaya, she is up to date banget. Gampangnya siy, aq ngebawa kain yang kata nte aq biasa banget and nte Yayuk dengan mudahnya bisa menyulap kain aq jadi nggak keliatan biasa, malah cantik plus bisa-bisa nya kebayanya tuh ngeliatin ke-aq-an ku, or aq banget lah!
Pertamanya nte Lilik menjelaskan pertimbangan beliau mengenai kebaya ini, then nte Yayuk menjelaskan ke aq kalau bahan kebaya ini bagusnya kalau dibuat model seperti ini:

Kemarin ketika fitting, aq udah terkesan banget dengan hasil jadinya. Nah rencananya hari ini akan aq ambil, untuk foto jadinya mungkin menyusul aja kali yah, kalau sudah dipakai ketika the Dnya. Intinya kebaya ini simple tapi pas di aq, cz aq kan orangnya simple, jadi nggak suka kalau kebayanya terlalu ramai.

Promosi aq niy (based on my and my aunty experiences), ketika putrinya nte Yayuk menikah nah kebaya yang dibuat adalah kebaya yang menggambarkan kepribadian anaknya yang workaholic and agak sedikit tomboy and jadinya ketika dipakai keliatan pas banget and manteeb!

Then, kalau nte aq punya putri yang baru operasi tulang punggungnya dan harus pakai korset selama beberapa bulan. Tapi ini bukan halangan untuk tidak pakai kebaya. Nte Yayuk membuatkan kebaya yang cantik banget dan dengan mudahnya menutupi bagian korsetnya.

Update by 2010
(Maaf ya.. lama banget baru di update)
Kebaya yang aq bikin dipuji (terutama) oleh suamiku, karena si Mas merasa kebaya yang aq kenakan so Chita banget. Anyway, akhirnya hanya satu kebaya yang aq kenakan dihari pernikahanku, rencana untuk menggunakan dua kebaya yang berbeda dirubah beberapa minggu sebelum hari H, karena untuk menyingkat waktu acara. ^^

Dan ini foto-fotonya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s