My Wedding Day

Nah yang ini aq akan cerita mengenai my wedding day yang versiku -Hubby udah duluan cerita lho! Dan kayanya lebih seru tuh ceritanya-, telat banget yah… cerita aq siy lebih ke teknis acaranya karena kalau diinget-inget lagi ada beberapa hal yang udah mulai lupa.

Generally, perasaan aq saat itu tenang banget. Agak heran juga siy karena biasanya banyak calon pengantin wanita yang deg-degkan or nervous abis. Tapi karena hampir semuanya udah aq persiapkan sendiri dan menjelang harinya aq udah lebih pasrah “let it flow” aja dan lebih banyak berzikir, so on theDnya aq tenang banget.

Oiya, yang bikin aq tenang juga karena rangkaian acaraku simple banget karena dari awal ide acaranya adalah family gathering, jadi prosesi keseluruhannya hanya akad nikah dan syukuran. Kan banyak tuh, pasangan yang memakai prosesi adat yang agak panjang nah itu juga agak berpengaruh, karena rangkaian acaranya jadi lebih panjang dan jadi beliau-beliau itu jadi spot of the light-nya juga lebih lama. Beda dengan aq dan hubby, based on the schedule acara kami keseluruhan hanya berlangsung selama 5 jam. Whuehehehehe enak kan?…

Anyway, dibalik suksesnya acara kami banyak saudara-saudara yang berperan penting. Karena tanpa beliau-beliau ini acara kami pasti tidak bisa berjalan dengan lancar dan indah. Ada Nte Cumik-koordinator seluruh acara—yang selalu siap menampung keluh kesahku. Om Mamat, Om Nono dan Mas Meka yang sigap di barisan depan. Om Gatot dan BuTutik dan BuHang yang bantuan dan petuahnya dalam menyiapkan dokumentasi dan my wedding chamber. Dan adik-adik, tante-tante, budhe-budhe, pakdhe-pakdhe, serta mbak-mbak dan teman-teman –yang tidak bisa disebutkan satu per satu—lainnya yang dengan begitu baik hati membantu, mendukung dan mendoakan agar acara kami berjalan dengan lancar.


30th of November 2008
04.30 – Bangun, mandi, makan pagi dan sholat subuh.

05.00
– Bu Heru dan asistennya dateng dan ga lama beliau mulai merias.

06.00
– Dari informasi yang aq dapet, mobil pengantin sudah dateng. Om Mamat –koordinator lapangan juga udah datang dan briefing bentar ma mas Meka, dan setelahnya beliau nyempetin untuk berbagi informasi keadaan umum sama aq. Aq juga sempet sms-an sama Pak Hadi ta’mir masjid tempat aq akad nikah.

07.15
– Selesai proses rias dan mulai bersiap-siap berangkat. Rombongannya Om Totok –saksi dari pihak pengantin wanita- dan keluarganya Bapak juga udah dateng. Om Nono—koordinator acara syukuran—juga sudah meng-sms dan membagi informasi kalau semua yang ada disana sudah siap.

07.40
– Mas Meka –koordinator transportasi—mengisyaratkan kami untuk berangkat menuju masjid di jalan aq ditelpon Om Mamat yang mengabarkan rombongan pengantin pria sudah otw.

07.50
– Rombongan kami sampai di Masjid dan ternyata rombongannya Ay udah sampai duluan. Karena Ay masih diluar masjid jadi kami sempet bertukar senyum ketika aq keluar dari mobil dan masuk ke masjid. Aq dalam hati bilang “Whuehehehehe… qta mo nikah lho!”

08.10
– Acara dimulai, dibuka oleh Pak Hadi dan dilanjutkan dengan acara serah-serahan dan sambutan, karena kami tidak menyelenggarakan acara midodareni sebelumnya, pihak keluarga perempuan diwakili oleh Pakdhe Yus –Suami dari almarhum kakaknya Ibu yang tertua— dan keluarga Ay diwakili oleh Pak Anam.

Setelah pembacaan doa dan saritilawah, acara diambil alih oleh Pak Amsiono—Kepala KUA yang menjadi penghulu kami—. Dan dimulailah bagian acara yang paling penting yaitu ijab kabul. Alhamdulillah prosesi ijab kabul ini berjalan dengan lancar, Bapak dan Ay dengan mantap mengucapkan ijab dan tidak perlu diulang.

Setelah ijab kabul ada sedikit ceramah yang diberikan oleh Pak Amsiono, dan karena beliau mengenal EyangKakungku yang dulu pernah tinggal lama dikota asal Pak Amsiono dan beberapa Om dan Nte ku ternyata juga mengenal beliau maka ceramahnya lebih banyak bercandanya.

09.10
– Seluruh rombongan bergerak menuju tempat syukuran, Ay yang sekarang sudah satu mobil dengan aq hehehehehehe… nggak brenti-brenti berbisik “You are so beautiful” whuehehehehe ah kan jadi malu…

09.20
– Dengan feeder di depan mobil kami, yang otomatis membuat perjalanan kami lebih lancar tapi agak lebih lama –Kata Masku “Namanya juga ngiringin mobil pengantin pasti pelan-pelan, kalo cepet-cepet kan ambulance!”— kami sampai di RM.Kaliurang. Anyway, ada hal yang kami –aq, Ay, Wati dan pak Didik (sopirnya Nte Cumik yang membawa mobil pengantin kami) noticed ketika itu, gak penting siy tapi rumayan menyedot perhatian kami berempat, yaitu navigatornya feeder kami cakep banget. Pertamanya aq nggak ngeh, tapi Ay yang tiba-tiba bilang ke Wati, “Ti, polisi yang didepan itu cakep tuh!” Otomatis lah kami jadi ngeliatin si navigator yang lagi berkoordinasi dengan Om Mamat sebelum kami berangkat ke tempat syukuran.

09.25
– Kami melakukan proses sungkeman sebentar dan private banget. Hiks.. perasaan aq saat itu mengharu biru, karena tiba-tiba semua kenangan semenjak kecil sampai besar terbayang dipikiranku, saat bermanja-manja sama Bapak dan Ibu. Sekarang sudah nggak bisa lagi karena mulai sekarang udah punya keluarga sendiri, harus mandiri.

09.40
– Kami sudah berada di pelaminan dan foto-foto dengan keluarga.

09.50 – 13.00
Para tamu yang datang silih berganti, menikmati hidangan dan beberapa lainnya menyumbangkan suara. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan menyenangkan.

Dibalik itu ada satu hal yang aq sesalin banget, yaitu aq nggak sempet foto-foto sama Vie, one of my best friends, whuaa…hikss… sedih. Mungkin saat itu emang banyak tamu yang dateng jadi nggak sempet foto bareng, tapi rasanya sayang banget… maaf yah Vie…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s