Mari Belanja!

Beberapa hari lalu aq terima sms dari Ibu. Isinya tips berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan bijak.

Coba kalau belanja bulanan lakukan di toko kecil aja Mbak (seperti di Mbak Yul—ini toko kelontong di deket rumah di Malang ). Pengalaman Ibu yang begitu itu lebih hemat, karena mata qta tak tergoda untuk beli barang-barang yang dipajang di supermarket padahal barang tersebut tidak benar-benar dibutuhkan. Bisa jadi harga di toko-toko kecil lebih murah(?) …Ibu harap dalam semua pengeluaran berhati-hati ya say.

Heheheh kalimat terakhir yang aq kutip menggambarkan aq niy. Dulu pas masih kerja, senengnya yah sama kaya perempuan-perempuan lain. As pernah aq baca di Femina ada tiga kelemahan perempuan dalam berhemat yaitu belanja, makanan enak dan yang ketiga aq lupa apa. Tapi dua ini aja wah udah aq banget. Dan ketika mulai berkeluarga, uang yang ada bukan lagi uang aq or uang kamu, tapi uang kita. Lebih-lebih kalau kaya aq sekarang yang nggak kerja, jadi nggak ada uang yang bisa diklaim as uangku. Nah karna itu, sekarang aq lebih hemat and lebih ngati-ati dalam mengelola keuangan.

Lha ternyata, di daerah sekitar kos kami nggak ada toko kelontong yang rumayan lengkap dengan harga bersaing kaya di Malang. Yang ada malah toko kelontongnya kulakan di hiper-market –yang jaraknya less than 500m. Udah bisa ditebak kan harganya pasti yah diatas harga hiper-market itu, dan serunya toko kelontong tersebut membulatkan harga barang yang dijual, jadi kalo nggak serba ribuan pasti ada lima ratusnya. Misal niy harga di hiper-marketnya1,100 IDR maka akan dijual 1,500 IDR. Or yang harga awalnya 5,550 IDR so dijual 6,000IDR. Mungkin biar lebih gampang kalau ngasih kembalian kali ya? Kan nggak perlu nyediain uang receh seratusan.

So, untuk belanja kebutuhan sehari-hari aq nggak bisa mengimplementasikan tips dari Ibu. Apalagi jarak kos dengan hiper-market terdekat less than 500m, so aq milih belanja bulanan di hiper-market aja lah.

Akan tetapi, walaupun belanja di hiper-market masih ada rasa nggak sreg. Ini karna kami belanja di tempat yang mendonasikan sebagian keuntungannya untuk memerangi Islam, bête kan?! Aq udah nyari hiper-market or supermarket yang punya Indonesia asli terdekat tapi belum juga ketemu.

Nah kemarin ada temen yang nanya kalo udah married belanja bulanannya gimana. Sebenernya siy standar. Dan karna aq sendiri baru married jadi yang aq terapkan adalah hasil rangkuman dari banyak pengalaman ibu-ibu lain dan masih disempurnakan dengan sedikit trial and error. Anyway, singkatnya gini..

First, define apa yang aq dan suami butuhkan (misalnya toiletries).

Then, see what he prefer (misalnya food, drink and snack). Karna walaupun kayanya udah click banget ma suami, ternyata ada beberapa hal yang aq baru tau setelah married.

Nah kalo udah semua, list it (ini untuk mencegah “lapar mata” – as Ibu bilang).
Untuk list, bagi list belanja menjadi beberapa bagian. Ada bagian yang per tiga bulan, such as some toiletries. Yang satu bulanan, seperti beras, gula dll. And yang mingguan or harian, kalau buat aq biasanya sayur-sayuran, roti dan buah.

Hehehehe gampang kan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s