Real Count Ala KPU

Pemilu legislatif tahun ini memang agaknya berjalan dengan kurang mulus. Ada sebagian orang yang mengatakan kali ini KPU dan pemerintah gagal menjalankan amanat rakyat, yaitu mengadakan pemilu yang jujur adil (dll). Tapi ada juga yang mengatakan bahwa pemilu berjalan dengan baik.

Masing-masing memang boleh mengeluarkan pendapatnya, dan honestly hal tersebut menarik untuk dilihat.

Tadi sore di Public Corner Metro TV, pemerintah melalui staf depkominfo bidang media massa, mengatakan pemilu kali ini seharusnya tidak hanya di blow-up mengenai kecurangannya saja oleh media massa, sehingga mengenyampingkan pemilih yang sudah memilih.
Di satu sisi hal ini memang nggak salah, memang para pemilih sudah sepantasnya diberikan apresiasi karena melakukan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan rasanya pemerintah juga mencari excuse atas kesalahannya, menyelenggarakan pemilu terburuk setelah masa reformasi (as stated in media massa).

Lantas ada yang lebih menggelitik aq beberapa hari yang lalu. Ketika itu di Seputar Indonesia mengabarkan kalau pusat tabulasi KPU di Hotel Borobudur akan ditutup sesuai jadwal walaupun suara saat itu yang berhasil dikumpulkan baru hanya sekitar 7 persen (if iam not mistaken). And closing statement dari reporter yang mengabarkan kala itu mengatakatan bahwa yang dilakukan KPU benar-benar Real Count bukan quick count. Get the message? Maksudnya siy ini sindiran. When I watched it, otomatically I laughed. Yeah, KPU memang melakukan real count bukan quick count!

Hope for Pilpres KPU does better.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s