Life Begins at Sixties

Tanggal dua puluh tiga kemarin Bapak ultah yang ke enam puluh, well gak kerasa beliau udah setua itu. Acara dari kami anak-anaknya siy cuma potong kue and maem pagi bareng tapi tetap berkesan mendalam bagi kami. Karna mas Adri ada event yang nggak bisa ditinggal jadilah cuma aq dan Wati aja, anak-anak yang hadir.

Ini agak berbeda dari tahun lalu, karna tahun lalu aq ada di Jakarta jadi nggak bisa ngerayain bareng. Udah gitu bulan depan ulang tahunnya Ibu yang ke lima puluh lima aq juga mungkin nggak bisa pulang ke Malang karna udah balik ke Jakarta, so ultah Bapak kali ini digabungin ma ultah Ibu. Di atas kue jadi ditulis met ultah bukan hanya untuk Bapak tapi juga untuk Ibu.

Anyway, karna kuenya nggak sempet diabadikan, keburu di maem, aq pasang fotonya bapak dari yang jaman masih muda sampai sekarang.

Foto ini diambil ketika aq berumur enam setengah tahun, berarti tahun 1991, Bapak kala itu berumur 42 tahun dan Ibu berumur 37 tahun.


Nah kalau yang ini diambil beberapa hari sebelum Bapak merayakan ultahnya. Ini Bapak mau berangkat maen tenis, Bapak biasa maen tenis tiga kali seminggu dengan durasi kurang lebih tiga jam-an, whehehehe manteb kan. So, I can say that for him life begins at sixties!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s