Cerita dari Resepsi Ala Round Table

Kemarin aq datang ke sebuah resepsi pernikahan kerabat juaauuhh, bukan atas undangan tapi karena menemani salah satu Nte aq yang kebetulan mendapatkan udangannya. Rasanya siy kurang sreg untuk mengulasnya karena aq bukan seseorang yang diundang ke acara tersebut, but sayang juga kalo nggak di review.

Ok, dari kaca mata seorang Chita; acara kemarin yang digelar disebuah rumah makan terkenal di Surabaya berjalan dengan lancar, meriah dan menarik. Akan tetapi ada sedikit yang aq bikin kurang sreg dengan acara kemarin.

Sesuai waktu yang tertera di undangan, acara dimulai dari jam sebelas siang. Aq sendiri datang lima menit lebih awal, maklum aq tuh suka ngeliat bagian awal dari tiap-tiap prosesi upacara resepsi yang aq datengin. Ketika aq datang acaranya ternyata diadakan dengan model round table, bukan resepsi, wah makin menarik niy pikirku… tapi karena nggak semua orang tahu kalau acara yang diselenggarakan dengan model seperti itu, neither I did, coz tidak tercantum di undangan kalau acara akan diselenggarakan dengan round table, tamu yang hadir dalam acara datangnya bergiliran. Padahal kalau acara resepsi dengan round table maka acara akan dimulai ketika hampir seluruh meja penuh. Well, aq musti nunggu empat puluh lima menit sampai acaranya mulai. Sukurnya ada lasagna yang disajikan di meja, rumayan untuk killing time.

Kemudian tempat acaranya menurut aq kurang pas. Jarak antar kursi yah rumayan sempit, jadi terlihat penuh sesak. Dan posisi pintu masuk yang ada di bagian utara acara, sejajar dengan pelaminan agak mengganggu pemandangan. Yah, aq tau itu emang udah bawaannya gedung seperti itu, tapi ini membuat tamu yang datang agak belakangan harus berusaha menembus meja-meja yang sudah dipenuhi tamu yang lebih dulu datang dan agak sedikit sulit bagi mereka karena jarak masing-masing kursi yang sempit. Ini otomatis mengganggu tamu lain yang sudah duduk, karena harus menggeser kursi beberapa kali.

Setelah menunggu dan sempet bikin aq mati gaya, akhirnya acara dimulai. Prosesi masuk pengantin tidak dilakukan dari pintu masuk tapi melalui tangga dari lantai atas yang menghadap ke pelaminan. Menarik banget niy..

Setelah pengantin duduk di pelaminan, mulai keluarlah makanan pertama. Ada delapan menu yang akan disajikan di acara ini. So far, dari delapan menu aq dengar sebagian besar like it much, dan hanya pas menu ayam saus inggris saja yang kurang pas.
Para tamu juga kebanyakan duduk manis menunggu satu persatu menu disajikan, hanya beberapa saja yang memutuskan meninggalkan ruangan sebelum acara usai. Tapi dibalik menu makanan yang enak tersebut, ternyata ada yang juga sedikit kecewa. Ini karena ada satu waiter yang tidak ramah dan pelayanannya kurang berhati-hati, menuangkan minuman tapi tidak dilihat dan akhirnya tumpah. Nggak banget kan?! Walaupun manajer operasionalnya sibuk berkeliling dan melayani, she was nice, tapi kok anak buahnya kaya begitu? Dan mereka juga kurang perhatian dengan kebersihan meja. Contohnya ada beberapa gelas dan mangkok bekas yang dibiarkan dan tidak diambil, padahal itukan bikin meja penuh dan tamu jadi tidak leluasa untuk makan.

Back to prosesi acara, setelah pengantin duduk dipelaminan, kemudian pasangan pengantin turun untuk melakukan prosesi jawa lain. Dan ditengah-tengah acara mereka berdua melakukan acara potong kue pengantin. Kue pengantinnya bikin ngiler…huwhehehehe..

Setelah semua menu tersaji, akhirnya acara selesai. Ditutup dengan memberikan ucapan selamat kepada mempelai dan orang tua pengantin. Beliau-beliau berdiri didepan pintu untuk menerima ucapan selamat. Nah ada yang kurang pas lagi niy, tamu-tamu yang kayanya pingin buru-buru pulang, pada ngrumbul dan sedikit sikut-sikutan untuk antre menunggu giliran memberi selamat.

Kalau boleh memberi saran, untuk prosesi yang menggunakan model round table sebaiknya dikomunikasikan pada tamu yang hadir jadi acara bisa berjalan tepat waktu. Untuk tempat sebaiknya kapasitas disesuaikan dengan tamu yang hadir dan konsep acara, agar tiap tamu merasa nyaman. Yang tidak kalah penting adalah pelayanan dari waiters. Gimana-gimana tamu adalah raja, karna itu memberikan pelayanan yang baik is a must. Selalu ingatkan catering yang akan qta pakai untuk meminta para waiters mereka memberikan pelayanan yang baik.

Anyway, selamat bagi mempelai berdua dan keluarga. Semoga mempelai berdua menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warokhmah.

One thought on “Cerita dari Resepsi Ala Round Table

  1. Hi Mbak,

    Saya Ivonne, co-founder dari KlubEvent.com – Portal dimana para perencana event dapat mencari dan memberikan review vendor event sekaligus berkomunikasi online dan book vendor. Mbak, saya mau tanya kalau mbak berkenan untuk memberikan review pendek tentang vendor photografer/katering di klubevent.com. Tentunya review mbak akan sangat membantu teman-teman lainnya yang sedang pusing memilih vendor fotografi dan katering. Kalau berkenan, mbak bisa kontak saya di ipratiwi@klubevent.com. Terima kasih ya mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s