Polisi, Teroris dan Reality Show

Ngeliat penggrebekan di Temanggung kemaren bikin aq gatel buat nulis. Well, bukannya aq nggak menghargai kerja keras yang dilakukan oleh bapak-bapak polisi yang udah berdiri semaleman ngintip rumah.

But kok kayanya ini little bit showoff.

Kalau diperhatikan pengrebekannya itu kan should be sistematis dan terperencana dengan baik. Tadinya aq cuma berpikir yah itu cuma pikiranku aja. Tapi setelah nonton Metro TV di acara Suara Anda tanggal 10 Agustus 2009, salah satu nara sumbernya juga berpendapat yang sama.

Beliau bilang kalau tindakan polisi kali ini mubazir. Ada satu orang terkurung dalam rumah dan di bombardir tembakan lebih dari satu jam. Hmmm… polisi kita memang lagi berlimpah peluru. Dan kesan didramatisirnya tuh kentel banget. Beliau juga bilang intelejennya polisi kurang cermat. (angguk-angguk mode on) Hmmm.. Nggak ada bedanya dengan reality show donk!

Pliss dehh… bukannya aq sok ngerti, tapi mereka yang udah pake robot buatan LIPI yang super kan udah bisa ngeliat kalo cuma ada satu orang yah mereka kan ga perlu nembakin si orang-yang-diduga-Noordin M Top berjam-jam, apalagi setelah dy berteriak mengaku kalau dy Noordin M Top—based on TVOne, Apa Kabar Indonesia Malam tanggal 10 Agustus 2009—. Kan lebih menguntungkan kalau mereka bisa menangkap dy dalam keadaan hidup dan bisa dimintai keterangan. Yah mungkin polisi ada pertimbangan lain?! (penasaran mode on)

Then, liat di TV One Apa Kabar Indonesia Malam tanggal 10 Agustus 2009, ada tujuh alasan mengapa yang orang-yang-diduga-Noordin M Top bukan Noordin M Top. What the hell?! Abis ini jangan-jangan muncul tujuh alasan mengapa orang-yang-diduga-Noordin M Top bukan teroris.

I really appreciate everything that police do for make Indonesia safe. Yah penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta orang menginginkan kehidupan yang stabil dan aman. Tapi kan caranya nggak gitu, asal tembak dan penjarain orang aja.
Dan lebih mirisnya adalah media seakan-akan memblow-up itu. Masa di rumah salah satu orang-yang-diduga-teroris yang ditangkap beberapa minggu lalu kameranya menyorot lama ke sticker yang dipasang diatas pintu yang bertuliskan “Ucapkan Assalamuallaikum ketika masuk” dan ketika di rumah salah satu-yang-diduga-pengebom-Kuningan ada teks lagu dari grup nasyid tertulis disalah satu bagian rumah kamera juga menyorot dengan lama. Seakan-akan yang memasang sticker dan penyuka lagu Islam seperti itu adalah orang yang patut dicurigai. How cruel they are!

Ok, polisi membuat situasi (seakan-akan) aman, tapi bagi kami yang muslim lebih-lebih lagi saudara kami yang lebih mendalami Islam kan hal ini membuat kami ketar-ketir. Jangan-jangan abis ini giliran kami yang diciduk polisi dan dicurigai?! Hope not.

Anyway, terakhir yang jadi pertanyaan aq adalah ketika orang-yang-diduga-Noordin M Top berteriak kalau dy Noordin M Top apa polisi nggak mikir kalau kemungkinannya orang yang didalam rumah itu bukan Noordin M Top? Yah secara lah dy udah jadi buronan bertahun-tahun masa dy di saat-saat terakhirnya dengan lugu mengatakan kalau dy Noordin M Top. Well, only God knows…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s