Night Dive Pertamaku



Hari kamis, 5 Oktober 2009, aq bersama tim ekspedisi Widya Nusantera berangkat dengan speed boat dari dermaga Bastiong Ternate ke Tanjung Sidangoli-Halmahera Barat. Penyelaman dimulai pukul 12.10 WIT. dive pertama ini aqlakukan kurang-lebih selama 1 jam, tak ada yang menarik, hanya biasa saja, bahkan dibawah kedalaman 9 meter terumbu karang dalam kondisi rusak dan visibility hanya sekitar 9 meter saja dengan kedalaman maksimal yang kutempuh adalah 20 meter.

Dive kedua dilakukan after lunch sekitar pukul 14.50 WIT dan aq memmbutuhkan waktu satu jam untuk merasa puas. Kedalaman maksimal yang kulalui sekitar 25 meter dengan visibility sekitar 12 meter. sebenarnya pengen lebih, tapi karena ingat gak pake Dive-comp, jadi ya gak berani ambil resiko (walaupun selama ini kedalaman maks yang pernah ku tempuh adalah 37 meter).

Naaahhhh… setelah kembali ke stasiun LIPI Ternate, kok diajak sama Pak David (Dr. David J.W. Lane, kebangsaan Inggris) untuk night dive bareng. wah, kesempatan niyy… (walau cuapek beratt).
Berbekal dive equip dan torch/senter, kami mulai dive. Awalnya, dikedalamam 1 meter-3 meter terlihat banyak sampah…. mood menurun drastis… tapiii pada saat mulai di zona karang, dibalik sebuah baru aq nemu Eucidaris metularia… (Gb atas tengah) moodku langsung naik ke level 120%. hehehe.. saking asiknya, gak sadar kalo udahdi kedalaman 12 meter…!
Pak David memberi isyarat agar aq selalu berorientasi pada reef disebelah kami agar tetap mengenali medan.

Dalam kegelapan dasr laut yang sunyi, satu-persatu hewan2 malam (nocturnal: aktif di malam hari) mulai terlihat. awalnya aq cukup senang melihat Diadema yang mulai jalan2 sendirian (biasanya kalo siang menggerombol or sembunyudi bebatuan), disusul Echinotrix, even aq excited pas liat Echinometra mathaei jalan2 keluar liangnya….!!! (ide penelitian pun muncul)
Selain itu, muncul pula ikan2 yang aneh2 juga ada yang mirip lele (banget, warna item loreng putih), ikan yang pada istirahat di balik bebatuan, hingga cacing Polychaeta yang berenang menari-nari dengan indahnya. nah, yang menyenagkan kita juga nemu beberapa jenis teripang gede-gede yang muncul di malam hari. langsung pak David sibuk foto2..

Gong-nya adalah pada saat mw balik ke darat, aq nemu Tripneustes gratilla yang selama trip ini belum ketemu).makin senang lah hati ini… langsung pula teringat untuk bebagi cerita pada istri tercinta di Bogor. mizz u Hunny…

Setelah sampai Hotel, terasalah kalo badan capek berat… ketiga raga bertemu kasur dan bantal, maka alam mimpi pun menjelang…. (mimpi Dive juga… byuh…. capeeeee….!!!)

Hari ini, 6 Oktober 2006 aq melakukan hal sembrono…. Dive tanpa Budy, sadar2 di kedalaman 42 meter….. eng..ing..eeeng… langsung berusaha untuk deco-stop pelan2, setelah nemu yang punya divekomp ikutan deco-stop. hehehe…. (gak bener niyyy, rencana mw chamber di jakarta, kwtir kalo ada apa2, ingetin ya sayangku…!?).
Dive kedua malah sempet ada down current, walau pelan, sempat terasa banget n beberapa bubles kecil malah turun…!!! aq n budy (Ubit/ucu bitung) berusaha tenang n melewatinya… kami sadar kalo tempat kami menyelam adalah tpt pertemuan arus sehingga sempat membentuk pusaran arus. Hiiiii….

Alhamdulillah, berkat perlindungan dan keagungan Allah semua berjalan lancar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s