Wawancara Visa Amerika


Haiaiaiaia…. Fuuuiiiiihhh… Lega.

Bukan sembarang lega yah, ini lega setelah selesai wawancara visa ke Amerika Serikat (USA). Ternyata U.S Embassy tidak semengerikan seperti yang banyak diceritakan di blog-blog tetangga. So far, as we know the rules so it would be easy. Malah yang giliranku kesannya malah menyenangkan, karena konsularnya ngajak bercanda.

Anyway, sebenernya jadwalku dan teman-teman satu program adalah kemarin, tapi karena salah koordinasi jadwal kami diundur satu hari jadi hari ini. Tepatnya siang tadi.

Hari ini ada dua jadwal wawancara visa, yang untuk umum di jam delapan pagi. Dan untuk student di jam dua siang. Sebagian besar teman satu program memilih sesi pagi karena mereka harus segera kembali ke kota masing-masing. Aq sendiri milih untuk yang siang biar nggak keburu-buru dan kebetulan ada temennya, Wira, teman dari program yang sama, dy milih untuk wawancara di siang hari karena pagi ini musti sidang skripsi.

Aq rencananya dateng mepet, tidak patut ditiru, gara-gara kemarin musti berdiri di luar embassy agak lama. Jadi hari ini maunya dateng langsung masuk nggak perlu nunggu di luar kelamaan. Sesuai rencana, siang tadi aq berangkat jam satu lima belas menit naik taksi dari mangga dua. Dan pas banget dengan macetnya di traffic light kemayoran dan musti muter di Tugu Tani, aq sampai di kedutaan Amerika jam dua kurang lima menit. Yeeayy!

Tunggu lima menit, karena satpamnya lagi ngurus sesuatu di dalem, akhirnya aq masuk. Sebelum masuk mereka cek apakah aq sudah bikin jadwal. Setelah dicek kalau aq memiliki jadwal wawancara hari ini, sponsor sudah arrange jadwal untuk aq dan teman-teman. Proses appointment checking-nya nggak ribet, aq ditanya apa sudah bikin janji, namaku siapa dan keperluannya apa. Aq sendiri tinggal sebut nama dan sponsorku. Kemudian dicek ID. Lalu aq diijinkan masuk, melewati lapangan basket dan masuk ke pos satpam.

Sesuai dengan petunjuk sponsor, kemarin ketika briefing, di pos satpam aq diminta menunjukkan ID dan menitipkan barang elektronikku disana, such as HP, flash disk etc. FYI, aq menyarankan untuk tidak membawa laptop or kamera, selain nggak boleh foto-foto walaupun didepan atau diseberang bangunan bangunan (sekalipun), beberapa benda itu cukup berat untuk dibawa-bawa apalagi kalo musti nunggu diluar agak lama.

Aq dapet tanda pengenal dan bisa masuk langsung ke ruang visa. Di dalam ada petunjuk tempat duduk terpisah untuk pemohon non immigrant dan untuk immigrant. Dan tenyata aq nggak cuma ketemu satu teman, tapi ada dua teman seprogram. Wira, yang abis ujian skripsi di Bogor dan kayanya dy sukses ngelewati ujiannya dan Pak Imran dari Makasar yang ternyata barcode or DS 160 nya kemarin bermasalah, jadi dy musti ngisi online lagi dan baru bisa wawancara di siang hari.

Berkat informasi dari Wira, aq mengumpulkan paspor, DS2190 (surat ijin tinggal dari konsorsium), dan foto di loket. Kemudian, kami dipanggil satu persatu untuk diambil sidik jari. Setelah itu kami menunggu untuk dipanggil wawancara.

Wawancaranya sama dengan penjelasan yang aq terima di PDO, kami ada satu sesi sendiri dengan nara sumber seorang konsuler dari konjen US di Surabaya. Tiap wawancara dilakukan di loket, bentuk loketnya hampir sama kalo qta beli karcis. Dan konsuler menggunakan pengeras suara, jadi bagi yang belum diwawancarai bisa mendengarkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan konsuler. Agak aneh siy, karena aq pikir akan private gitu modelnya tapi its ok lah, yang penting kan visa-nya keluar😉

Sebenarnya nggak banyak yang akan wawancara visa siang ini, lebih dari sepuluh orang lah. Ada dua loket yang dibuka, kebetulan kami sesama program dipanggil duluan di satu loket yang sama. Pewawancaranya bule bapak muda gitu. Pertama Pak Imran lalu Wira, dua temanku ditanya pertanyaan agak banyak, laki-laki biasanya begitu, berbeda dengan perempuan.

Dari yang aq dengar dari sesion nya Pak Imran dan Wira, kami diwawancarai pakai bahasa Indonesia, pertanyaannya lebih pada kamu akan kemana, program apa yang diikuti, siapa yang bayar, sebelumnya kamu kerja dimana, kenapa kamu bisa terpilih program ini, kamu dari kota mana, apa makanan khas kotamu (ini ditanyakan ke Pak Imran).

Selesai wawancara, pewawancara akan ngasih kita kartu putih dengan tanggal tertera disana yang menunjukkan tanggal perkiraan waktu visa jadi. Tapi juga ada yang dapet kartu putih tanpa tanggal plus kertas kuning, kebetulan Pak Imran dapat yang ini. Ini berarti visa akan jadi lebih dari seminggu or mungkin agak lama. Karena mereka akan cek data yang bersangkutan ke Washington DC. Mudah-mudahan Pak Imran tidak harus menunggu lama.

Well, kalau aq sendiri alhamdulillah lancar. Pewawancara or consular menanyakan hal yang kurang lebih sama, kamu akan kuliah dimana, program apa, kenapa ikut program, dan pas aq bilang aq akan ke Wausau, WI si Bapak ini nanya, “Benar Anda mau pergi ke Wisconsin?”

Aq jawab, “Yeah.”

Then, si Bapak seakan nggak puas nanya lagi, “Benar Anda mau ke Wisconsin? Saya rasa Anda masih punya waktu untuk merubah tujuan Anda?”

Aq bilang, “No, I don’t think I want to change it.”

Setelah menstempel tanggal di kartu putih, si Bapak nanya lagi, “Pasti Anda akan ke Wisconsin? Kenapa?”

Aq jawab lagi, “Yeah! I can’t wait to see four seasons there, beside it will be breezing”

Lalu si Bapak ketawa, sambil menyerahkan kartu putih dy bilang, “Saya dari Wisconsin, dan yeah disana dingin sekali. Hati-hati di Wausau salju tebalnya bisa sampai dua meter.”

Oooo… ternyata aq pikir kenapa, whehehe… “Thanks for the info.” Sambil menerima kartu putih dan aq lihat kartuku visa akan jadi tanggal 27 Mei. Horray! Mudah-mudahan jadinya sesuai jadwal.

Setelah dapet kartu putih, kemudian ada staf dari embassy yang ditunjuk oleh sponsor sebagai tempat mengumpulkan kartu putih. Karena paspor akan diterima oleh sponsor terlebih dahulu, baru kemudian diberikan ke masing-masing ketika qta akan berangkat.

Setelah selesai, aq langsung keluar untuk mengambil HP dan flash disk yang aq titipin di pos satpam dan keluar. Mudah-mudahan semuanya semakin dekat dengan keberangkatan semakin diberikan kelancaran dan kemudahan. Mohon doanya yah!😉

Note: Ada beberapa teman dan pembaca yang menanyakan kenapa memperoleh visa Amerika itu sulit, apakah itu dikarenakan performance kita saat wawancara? Jawabannya tidak. Wawancara bukanlah proses paling penting yang menentukan kita mendapatkan visa atau tidak. Aq ulang lagi yah, wawancara adalah salah satu proses yang wajib dilakukan untuk memperoleh visa, tapi bukan ini yang menentukan.

Contohnya saja kami, yang sumber dana beasiswa kami adalah Department of State, dan pemilihan kami sebagai kandidat terpilih juga perijinan dari mereka. Jadi kami datang untuk apply visa dengan rekomendasi pemerintah Amerika. Tapi, konsular mememiliki wewenang terpisah dengan department of state, yang berarti walaupun kami sudah diterima sebagai penerima beasiswa oleh pemerintah Amerika, tapi kalau konsular memiliki pertimbangan khusus dan mengatakan ‘tidak’ bagi kami yah berarti visa kami tidak keluar. Nah apalagi yang akan ke Amerika tanpa rekomendasi pemerintah Amerika…

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah keputusan diberikannya visa dilakukan ketika wawancara berlangsung atau setelahnya. Kebanyakan orang mengatakan sebelum wawancara dilakukan, pertimbangan sudah dibuat. Yang berarti ketika men-submit application visa kita, pihak konsular sudah mulai bekerja mencocokkan data kita. Dan misal kita memang memenuhi syarat sebelum wawancara konsular sudah bisa menentukan, yang ini lolos, yang ini tidak, dan yang ini perlu pertimbangan lagi.

Inilah kenapa banyak pelamar visa yang ditolak hanya dengan wawancara kurang dari lima menit. Dan ketika mereka komplain, “Kenapa saya hanya diwawancarai kurang dari lima menit dan ditolak, coba kalau saya diwawancarai lebih dari lima menit pasti saya bisa meyakinkan konsular.” Jawabannya tidak. Ketika pelamar ditolak, biasanya konsular sudah mengetahui bahwa akan menolak pelamar sebelum wawancara dimulai. Kesalahan mereka biasanya bukan pada bagaimana mereka menjawab pertanyaan konsular, tapi pada data yang mereka berikan saat mendaftar visa online.

Dan bagi yang memerlukan pertimbangan lagi, atau tepatnya bagi pelamar yang menerima kertas kuning, yang diperlukan hanyalah sabar menunggu karena kemungkinan memperoleh visa masih ada. Ada juga yang bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan konsular untuk mengeluarkan visa apabila kita mendapat kartu putih dan tanpa tanggal keluarnya visa, jawabannya no one knows, except the consulat.

Dan ada yang sempat bertanya apakah nama menjadi pertimbangan, karena nama-nama muslim begitu sensitif dan foto dengan janggut dan sebagainya dan sebagainya. Jawaban dari konsular yang menjadi nara sumber kami adalah; tidak. Selama memiliki latar belakang yang jelas, informasi yang dimasukkan akurat dan benar, hal-hal tersebut tidak akan menjadi masalah. Buktinya kami yang hampir enam puluh orang dan banyak diantara kami memiliki nama muslim lolos-lolos saja.

Jadi intinya melamar visa Amerika itu susah-mudah, kalau semua peraturan dilakukan dengan benar hasilnya akan mudah, kalau tidak yah susah. Be optimist!

4 thoughts on “Wawancara Visa Amerika

  1. mau tanya nasib yg dapet kertas kuning. Apakah akhirnya dapet juga visanya? berapa lama? karena kebetulan temen sy juga dapet kartu kuning.klo sy sih alhamdulilah cuman dapet kartu putih berikut tanggal ambil visanya.

  2. Yang dapet kertas kuning di post aq yang diatas akhirnya visanya keluar setelah hampir tiga bulan. Sebenarnya selain beliau ada beberapa teman satu program yang dapat kertas kuning, dan visa mereka keluarnya bervariasi. Ada yang satu bulan sudah keluar dan ada yang kurang dari itu. Mudah-mudahan teman Anda segera keluar visanya.

  3. Boleh tahu ga yah….pernah ada yg dapat kartu kuning tetapi pasport nya dikembalikan ke kita…apakah visa nya bisa keluar atau ngga yah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s