Supir Taksi Muda

Ada sesuatu hal yang membuat aq terharu sekaligus sedih ketika akan keluar dari Mangga Dua Square kemarin malam.

Karena jarak tempat tinggal kami dan mall ini termasuk dekat biasanya kami memilih untuk jalan kaki. Awalnya, karena kami membawa banyak bawaan dan jalan di depan mall tergenang air cukup tinggi karena air laut pasang, jadi kami berencana untuk naik bajaj.

Dan ketika kami berjalan keluar, di lobby ada beberapa taksi tarif bawah yang bersiap-siap menunggu penumpang. Karena jarak yang kami tempuh cukup dekat, kami tidak memilih untuk naik taksi (baca: blue bird) karena kami nggak tega dengan pak supirnya karena kami nantinya akan membayar sesuai argo yang jumlahnya sedikit. Dan kami tidak ingin naik taksi tarif bawah karena biasanya mereka akan memasang tarif tanpa argo yang cukup tinggi.

Tapi kemarin malam berbeda, ketika melewati salah satu taksi tarif bawah aq noticed wajah si pengemudi masih sangat muda. Dan dy menawarkan taksinya dari dalam, tidak berdiri diluar taksi, aq merasa dy sepertinya menyembunyikan postur tubuhnya yang kecil. Oh my God…

Aq bilang ke dy, “Jaraknya dekat Mas, nggak usah.” Aq nggak tega, mending dy nunggu untuk dapet penumpang lain yang jarak tempuhnya lebih jauh.

“Nggak papa Bu.” Dengan mukanya yang melas.

Dalam hati aq nggak tega untuk nolak. Ya Allah, adik sepupuku yang mo masuk kuliah aja rasanya lebih tua dari dy.

Si Mas menyahut, “Kami di seberang jalan, di Gunung Sahari juga. Berapa?”

“Lima belas ribu aja.”

Aq mengangguk ke Mas, menandakan aq setuju. Mas bilang, “Ya, ok.”

Aq dan Mas masuk. Di dalam taksi aq ngeliat tangannya, ya Allah rasanya dy sama kurusnya dengan aq. Dan wajahnya itu yang bener-bener bikin aq sedih, masih muda banget. Rasanya nggak tega ngebiarin anak semuda itu untuk nyupir taksi. Pas aq tanya umurnya dy jawab dengan agak defense, dy bilang kalau dy dua puluh. Aq nggak percaya, but aq nggak berani nanya lagi. Hanya Mas yang did ice breaking. Dengan cara dy ngejawab pertanyaan kami malah bikin aq makin sedih dan berkaca-kaca.

Ketika sampai, aq dan Mas membayar lebih, berharap sedikit lebih dari kami bisa membantu dy. Dalam hati aq ngerasa bersyukur sekali aq diberikan banyak kemudahan oleh Allah SWT, mulai dari kecil sampai sekarang, jadi aq makin merasa aq nggak pantas untuk mengeluh karena banyak orang yang lebih muda dari aq yang harus berjuang lebih keras daripada aq.

Ada rasa sedih yang tertinggal, karena aq nggak bisa berbuat banyak untuk membantu si dik-supir-taksi itu, aq hanya bisa mendoakan agar dy selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, Allahuma Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s