Pengalaman Community Service (kecil-kecilan) di Negeri Orang

Tadi aq dan Dian, salah satu teman satu program dari Indonesia, setelah kelas selesai kami nggak langsung balik ke dorm. Kami berdua jalan-jalan bentar ke bookstore, dan ketika akan balik ke dorm kami bertemu dengan Natalie, salah satu asisten kami.
Dari Natalie, kami tahu kalau dy akan ikut mendampingi anak-anak kurang mampu dalam program mengenalkan ekosistem dan penggunaan komputer. Program ini diadakan oleh kampus seminggu sekali bagi anak-anak usia delapan sampai dua belas tahun yang kurang mampu tanpa biaya. Ketika tahu hal itu, Dian nanya, “apa kami boleh ikutan?”, dan Natalie bilang, “ayuk aja!”

Jadi kami nggak pulang, tapi langsung ikut datang ke kelas dan bergabung dengan pendamping yang lain. Kami berkenalan dengan lecture-nya, nggak lama kemudian adik-adik yang kurang mampu datang. Mereka semuanya laki-laki, dan hampir semuanya kulit hitam. Mereka datang dari keluarga yang tidak mampu, dan kalau nggak salah kata Natalie mereka tinggalnya semacam dirumah singgah gitu.
Ada dua hal yang berkesan, yang pertama, ketika Ibu lecture ngasih penjelasan mengenai ekosistem, ada anak yang mungkin karena kelelahan jadi tidur di kelas. Ibu lecture tuh nggak negur loh, dibiarin aja. Dan ketika adik-adik mulai membuat project, si adik yang tidur masih tidur. Smapai temennya ngebangunin, ketika dy bangun si Ibu lecture ngajak si adik yang baru bangun tidur untuk pakai komputernya, serta dengan telaten mendampingi.
Nah yang kedua, aq punya semacam stereotype. Dalam pikiranku semua anak Amerika pasti bisa mengeja dengan baik terutama untuk kata-kata yang mudah, ternyata nggak semuanya. Si adik yang aq dampingi hari ini, dy nggak bisa mengetik kata-kata yang dy maksudkan. Aq nggak ngeh pertamanya, dan mikirnya apa jangan-jangan si Adik ini mo ngetes aq. Tapi setelah aq tanya ke Andrea, koordinator pembimbing, mereka ternyata memang nggak bisa. Oalah…
Lantas kelas berakhir, dan Dian dan aq ngerasa program ini berkesan sekali bagi kami berdua. Dan ketika Andrea bilang kalau minggu depan adalagi. Waaahhh… kami berdua nggak sabar untuk ikutan lagi niy!! Rasanya bisa membantu adik-adik itu menyenangkan sekaligus agak membuat aq merasa terharu. Ini pertama kalinya melakukan community service di negara orang. Nggak yang dalam skala besar siy, tapi tetep aja ini made my day!🙂
Sebenernya aq tahu di Indonesia, khususnya di Jakarta ada tempat-tempat seperti ini. Cuma aq nggak begitu yakin apa ada yang dilakukan di lingkungan kampus seperti ini. Mudah-mudahan ada yah, jadi nanti ketika aq ke Indonesia aq juga bisa ikutan membantu sebagai pendamping, amiin.

One thought on “Pengalaman Community Service (kecil-kecilan) di Negeri Orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s