Cincin Tanda Menikah

Cincin di jari manis di tangan kiriku adalah cincin tanda aq sudah menikah. Sebagai orang yang tidak menyukai perhiasan, aq males banget untuk memakai cincin lebih-lebih ketika masih di Indonesia. Ketika aq masih di Indonesia, aq juaruang sekali memakai cincin, hanya disaat-saat tertentu saja, salah satunya ketika aq dan suami menghadiri undangan pernikahan.

Karena beberapa saat setelah menikah berat badanku makin berkurang, cincin kawin dari suami jadi terlalu besar untuk jari mungilku. So, makin jarang lah aq pakai.
Lain negara, lain budaya. Di Amerika cincin adalah penanda tunangan or menikah yang dipahami disini. Kalau bilang sudah menikah, tapi tidak memakai cincin mereka pasti akan bertanya, “Mana cincinnya?” or “Kok nggak pakai cincin?”
Lantas apa cincin diatas itu cincin kawinku? Hehehe…. bukan. Cincin kawinku lebih terawat dari pada cincin yang ada digambar. Ini ceritanya…
Aq nggak mau mengambil resiko untuk membawa cincin kawinku, karena cincin itu sudah kebesaran, dan aq takut kalau aq menghilangkannya disini. So, sebelum berangkat ke Amerika, aq dengan suami dengan agak terburu-buru, karena jadwal suami ketika itu padat dan jarak pengumuman berangkatku dan tanggal berangkatnya juga mepet, akhirnya kami beli cincin seadanya untuk aq pakai sebagai tanda menikah di Mangga Dua. Cincinnya murah meriah, kurang dari lima dolar, hehehe… Dan karena menemukan cincin yang pas untuk jariku itu ternyata susah. Akhirnya aq musti rela untuk memakai cincin yang agak lebih besar dari pada ukuran jariku.
Karena beberapa kali lepas dari jariku, aq pindah ke jari manis ditangan kananku yang lebih ‘gendut’. Maksudnya biar nggak hilang, tapi beberapa kali jadi bahan pertanyaan bagi beberapa orang yang aq temui disini. “Loh kok cincin menikahnya di tangan kanan, bukannya di tangan kiri?” Dan ada seorang bapak-bapak yang memberi saran untuk tetap dipakai di tangan kiri dan diberi selotip untuk penahannya.
Honestly, aq malu banget ketika aq dikasih saran seperti itu. Malunya karena aq ngerasa aq nggak cukup kuat berusaha untuk memakai cincin di tangan kiriku, bukan cuma ambil gampangnya dengan memindahkan cincin ketangan kananku. Sukurlah ada yang ngingetin…
Setelah pertemuan dengan bapak tersebut, sesampai di dorm aq dapat ide untuk mengikatkan pita di cincinku sehingga pas di jari manis tangan kiriku. Setelah beberapa kali dicoba, akhirnya aq ngerasa nyaman dan cincin ini selalu aq pakai kemanapun.
Dan weekend lalu, aq sempat panik. Setelah sempat kehilangan HP dan flash disc, sukurnya dua benda itu sudah ketemu, aq kehilangan cincin tanda menikahku!! Aq bongkar-bongkar laundry bag, dan aq periksa semua kantong eh nggak ada. Aq bongkar-bongkar laci dan dresser, nggak ketemu juga. Akhirnya aq nyerah, tapi aq nggak berani bilang ke suami. Rencanaku kalau nggak ketemu, aq akan nyari cincin murmer disini, walaupun nggak yakin ada yang murmer dan pas di jariku hehehe…
Nah kemarin lusa, jadwalku nge-laundry. Pas lagi mo ngambil baju dari dryer, pas aq buka pintu dryer, cincin tanda menikahku berpose manis dipinggir dryer. Subhanallah… Langsung lega deh… fiiiuuhhhfff…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s