Tea Time with Jasmine Tea

Seharian ini di Wausau ujan terus. Walaupun suhunya masih sekitar 55F, tapi karena langitnya mendung dan hujannya nggak berhenti-berhenti jadi bikin aq males untuk keluar.

Sambil ngeliat pemandangan di luar, aq mikir kalau dingin-dingin gini enaknya ngapain yah? Hmm… Minum teh anget kayanya enak tuh!

Tea time!

Kalau disuruh memilih minuman hangat, aq lebih memilih untuk minum teh dari pada minum coklat hangat atau kopi. Ini yang bikin aq beberapa bulan pertama ketika sampai di US aq tuh pingin banget minum teh melati, kangen… Sampai-sampai aq pingin nitip ke temenku yang dateng terakhir, tapi nggak sempet. Saking pinginnya aq nyari teh melati disini, dan akhirnya aq punya dua teh melati sekarang. Tapi sayangnya karena sibuk ngerjain tugas kuliah dan kegiatan lainnya, aq belum sempat menikmati teh-teh ini. Nah, mumpung diluar hujan kayanya ini waktu yang pas untuk mencoba teh koleksiku, hehehe… kaya punya banyak teh aja.

Jadi penasaran untuk membandingkan niy, mana yang lebih enak menurut aq.


Teh yang pertama merknya Jasmine Tea, aq dapat dari Alena (thanks Alena!). Dy beli di Asian store di Sherman Street, kalau nggak salah harganya 2.91 USD. Kalau dilihat dari bungkusnya ini teh produksi China. Agak khawatir siy pas mo nyoba, karena teringat-ingat berita-berita terakhir mengenai bagaimana perusahaan China memproduksi makanan dan minuman, yang kadang tidak sesuai dengan prosedur kesehatan. Tapi ketika dilihat bagian bawah kotak kemasannya ada tulisan kalau teh ini diproduksi untuk kawasan Amerika dan Canada, yang berarti kualitasnya agak lebih baik dari pada produksi China yang dipasarkan ke Indonesia. Ok lah…

Sambil menyiapkan air panas untuk teh, aq sempatkan untuk melihat-lihat teh kedua.

Teh yang kedua aq beli di Trigs, merknya Bigelow Jasmine Green. Di kemasannya tertulis kalau ini teh hijau dengan melati. Dari kemasannya kesannya teh yang kedua lebih menjanjikan, di bagian belakang kemasan ada keterangan mengenai teh hijau melati ini dan situs yang bisa dikunjungi untuk mengenal produk ini lebih jauh. Untuk harga tidak jauh berbeda, teh ini harganya 2.98 USD. Dengan jumlah teh yang sama dengan teh pertama, 20 bungkus.

Setelah air panasnya siap, aq mulai menyeduh. Aq sengaja meletakkan dua cangkir teh di tempat yang agak berjauhan, karena aq juga ingin merasakan aroma melati, masing-masing teh.

Setelah menilai kemasannya, sekarang saatnya mencoba rasanya. Karena dua teh ini adalah teh yang berbeda jenis, maka aq nggak bisa membandingkan dengan sempurna.
Teh pertama aq coba, diseduh dengan air panas warna tehnya emas-pucat, rasanya malah agak sedikit ke arah hijau. Lho, apa ini teh hijau juga yah? Abis itu aq cobain rasanya agak sedikit aneh siy, nggak seperti teh melati biasa. Tapi sukurlah ada aroma melati yang keluar.


Gilirannya teh kedua. Ketika diseduh, warnanya pelan-pelan berubah menjadi keemasan. Aroma melati yang keluar ternyata lebih kuat daripada teh yang pertama. Jadi nggak sabar untuk mencoba niy. Ternyata ketika aq coba rasa teh kedua better dari pada teh pertama.

Akhirnya teh yang pertama nggak aq abisin, dan aq minum teh kedua sambil duduk di deket jendela. Hmm… jadi keinget-inget Indonesia niy, minum teh melati sore-sore sambil ngeliat hujan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s