Pap Smear, Nggak, Pap Smear, Nggak….

Kemarin aq kedokter kandungan, bukan karena aq hamil yah… Tapi karena ada temenku yang ingin check kenapa jadwal kewanitaannya nggak teratur.

Disana jadinya kami malah ngobrol-ngobrol lama dengan obgyn (bener nggak yah cara aq nyingkat istilah dokter kandungan ini). Selain si pak Dokter ketika ngasih penjelasan mengenai siklus ‘kewanitaan’ yang nggak teratur, beliau juga sempat membahas mengenai pap smear. Wah jadi makin menarik niy…

Apabila ada pembaca yang baru kali ini mendengar istilah ‘Pap Smear’ inilah penjelasan singkatnya yang aq ambil dari Web.MD, kalau ingin membaca informasi lebih lengkapnya langsung click aja disini Web.MD

—-

What is a Pap Smear test?

A Pap smear (Pap test) is a test of a sample of cells taken from a woman’s cervix. The test is used to look for changes in the cells of the cervix that show cervical cancer or conditions that may develop into cancer.

It is the best tool to detect precancerous conditions and hidden, small tumors that may lead to cervical cancer. If detected early, cervical cancer can be cured.

Pap screen testing should begin at age 21. Routine screening is recommended every two years for women 21-29 years old. For certain women 30 years and older who have had three consecutive normal screening test results, testing can be done every three years.

How Is a Pap Smear Performed?

The Pap smear is done during a pelvic exam. A doctor uses a device called a speculum to widen the opening of the vagina so that the cervix can be examined. A plastic spatula and small brush are used to collect cells from the cervix. After the cells are taken, they are placed into a solution. The solution is sent to a lab for testing.

—-

Aq sempat tanya mengenai mulai umur berapa sebaiknya wanita melalukan pap smear kalau menurut pak Dokter, dan pak Dokter menyarankan setelah aktif melakukan kegiatan seksual. Nah, di US biasanya wanita disarankan semenjak umur dua puluh satu, atau kurang dari dua puluh satu apabila sebelum umur tersebut sudah aktif melakukan kegiatan seksual. Dan bisa juga lebih dari dua puluh satu tahun apabila masih belum aktif melakukan kegiatan seksual. Lebih-lebih, untuk pasangan yang memiliki lebih dari satu patner, pap smear ini sangat disarankan.

Si pak Dokter yang tahu aq sudah menikah (dan akan berusaha untuk punya baby nanti ketika kembali ke Indo tahun depan, amiin…) menyarankan aq untuk melakukan pap smear. Ini dilakukan hanya sebagai tindakan pencegahan aja. Ngobrol macem-macem, terkhirnya aq nanya berapa biayanya untuk sekali pap smear di US, dan ternyata setelah ditanyakan kebagian administrasi, untuk asuransi program beasiswaku, pap smear termasuk dalam asuransi yang mereka covered, dengan syarat setelah berada di US selama enam bulan. Jadi kalau aq tertarik untuk pap smear aq hanya perlu membayar co-paid 15 dollar. Hmm… jadi mikir-mikir niy pap smear, nggak, pap smear, nggak…

3 thoughts on “Pap Smear, Nggak, Pap Smear, Nggak….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s