You can Call me 572

Lucu yah, kalau qta manggil seseorang dengan kode tertentu. Dan sesuai fungsinya kode itu bukan hanya sekedar angka, tapi mengandung informasi dibaliknya. Seperti kode yang aq miliki sekarang, 572.

Pertanyaan selanjutnya adalah informasi apa yang terkandung dibalik kode ini. Hmm… yang pasti ini adalah informasi penting, yang nggak semua orang punya. Tapi dengan senang hati aq akan membaginya. (Sok cool mode on)


Awalnya aq diundang untuk bergabung dengan grup Facebook keluarga besar Eyang R. Ario Soerjo Soeseno. Dan yang mengundang kakak sepupuku yang paling tua, pertamanya aq cuma mengenali kalau grup ini adalah grup keluarga dengan nama eyang buyutku.

Mirip nggak Eyang buyutku ma aq? ^^

Ini aq jadi inget buku putih yang ada di rumah ortuku di Malang. Buku putih itu semacam kamus bagi aq dan kebanyakan anggota keluargaku kecuali Ibuku, untuk mengenali keluarga besar kami yang lebih dari ratusan jumlahnya. Ketika pertama kali ngebaca buku itu kami bertiga, kakak, adek, dan aq, jadi GR gara-garanya kami, yang tinggal jauh dari ibu kota, ternyata masih sesodaraan walau pun jauh dengan beberapa orang terkenal, hehehe. ^^

Nah, balik lagi ke code..

Code ini awalnya muncul di discussion board keluarga besar kami. Pertamanya aq nggak ngeh apa maksudnya code ini. Tapi setelah membaca sekitar enam puluh comment yang sebagian besar membahas per-code-an ini, aq jadi ngeh.

Ternyata karena banyaknya anggota keluarga kami, bagi kami yang udah di generasi ketiga agak sulit untuk mengenali sodara jauh yang segenerasi. Salah satunya karena kota yang kami tinggali berbeda sehingga membuat kami sulit untuk berkumpul, dan setelah adanya grup di Facebook kami barulah mengenali tidak lagi sekedar nama tapi juga foto dan bisa saling berbalas komentar.

Kemudian, setelah saling berbalas komentar kami jadi penasaran ini sodara dari Eyang yang mana yah? Maklum hampir tiap Eyang memiliki lebih dari lima putra, Eyangku punya tiga belas putra/i, jadi wajar kalau kami agak lost in recognizing, hehehe…


–Eyang Kakung dan Eyang Putri bersama putra-putri dan beberapa cucu. Generasi pertama, kedua, dan ketiga.–



–Dua foto diatas adalah foto (tidak lengkap) dari generasi kedua, ketiga, dan keempat dari Eyang Kakung dan Eyang Putri.–

Sampai akhirnya kakak sepupu tertuaku mempunyai ide yang cemerlang, aq aja masih amaze loh! Si Mbak memiliki teori mudah untuk diaplikasikan yaitu code diri! Penomoran code ini berdasarkan urutan lahir. Angka pertama diambil dari urutan lahir Eyang kami, angka kedua diambil dari urutan lahir putra/i Eyang (ortu) kami, dan angka ketiga adalah urutan lahir kami. Jadi aq memiliki tiga digit angka sebagai codeku, dan kalau nanti aq dan Mas diberi kepercayaan untuk memiliki anak, maka anakku dan Mas akan memiliki code dengan empat digit. Seru kan!

Nah, codeku diambil dari; Eyangku adalah putri kelima Eyang buyutku, dapet digit angka pertama. Ibuku adalah putri ketujuh dari Eyangku, dapet digit angka kedua. Dan aq sendiri anak urutan kedua, digit ketiga. Jadi code untuk aq adalah 5.7.2! Fun banget kan!
Well, jadi nggak sabar untuk bisa kopdar, pasti rame banget yah.. ^^

Tambahan dari Kakak sepupu tertuaku menambahkan… ^^ (thanks yah Mbak)
—-
Chita, kode itu bukan aku yg buat, sih… Aku cuma mengumumkannya aja.

Awalnya, aku dapet kode duluan di keluarga besar Bapakku (kodeku di keluarga Bapakku AG10-2. Eyang Putriku adalah anak ketujuh dari istri pertama. Bapakku anak nomor 10, aku anak no. 2). Rupanya, sistem yg sama juga diberlakukan di keluarga besar Ibuku (kodeku 5-1-2. Eyang putriku anak kelima. Ibuku anak sulung, aku anak kedua).

Sistem ini dibuat supaya kita tidak salah addressing families. Jangan sampe Tante kita panggil Mbak, atau Eyang kita panggil Bude.

Kalo sodara itu digitnya cuma 2 dengan angka pertama lebih kecil dari kita, berarti Pakde / Bude. Kalau lebih kecil, Oom atau Tante.

Kalo jumlah digitnya sama dengan kita (3 digit), berarti dia sama dengan kita, generasi ketiga (sepupu). Untuk tau dia itu kakak sepupu atau adik sepupu, dilihat dari digit pertama. Kalau lebih kecil, berarti kakak sepupu. Kalau lebih besar, adik sepupu.

Kalo 4 digit, berarti keponakan.
Begitu…
—-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s