Tea Time with Jasmine Tea from Archer Farms

Hmmm… dingin-dingin begini, paling enak minum teh. Selain menghangatkan, teh juga berfungsi untuk menenangkan. Kali ini aq mencoba teh melati milik Archer Farms.

Teh ini sebenarnya sudah aq beli semenjak akhir bulan lalu, tepatnya ketika Black Friday. Bukan, ini bukan merchandise yang di jual dengan harga diskon. Aq beli karena kebetulan saat aq dan sodara-mentorku sedang berbelanja di Target, eh, ngeliat ada teh melati (disamping Sumatra Coffee milik Starbucks). Langsung deh, tanpa pikir panjang, satu kotak teh masuk ke keranjang. Ternyata, setelah aq balik ke dorm, aq mulai sibuk persiapan final test yang membuat aq nggak sempat mencoba. Sampai akhirnya tadi setelah berjuang melawan salju ketika berangkat dan pulang dari Walmart, aq menyempatkan mencoba teh melati terbaruku.

Teh melati ini bentuknya tidak seperti tea bag yang biasa, tapi berbentuk pyramid. Bentuk pyramid tea bag memang sedang populer di Amerika. Bentuk pyramid dipercaya membuat aroma daun teh yang keluar bisa maksimal, dan akhirnya bisa menghasilkan teh yang beraroma lebih baik dari pada traditional tea bag. Walaupun banyak pakar per-teh-an tetap memilih daun teh asli (bukan dalam bentuk tea bag) sebagai penghasil aroma teh terbaik. Hmm, aq jadi penasaran apakah salah satu produsen teh di Indonesia sudah membuat versi pyramid juga yah?

Ada sedikit informasi yang aq dapatkan dari website Englishtea.us yang menuliskan bahwa;

Some companies are now using triangular see-through bags made from mesh for their teabags, instead of the traditional flat rectangular bags, to allow the tea leaves to be properly infused with water (allowing the water to freely flow through the tea leaves). This also allows the tea leaves to unfurl completely, releasing the greatest amount of flavor into the water. Traditional tea bags do not offer these features and as you can see, they can greatly influence your experience of your tea.’

Oiya, ini bukan teh melati murni, tapi ada sedikit vanilla sebagai penambah aroma. Ternyata walaupun (di kemasannya) dikatakan sedikit, aroma vanillanya lebih kuat daripada aroma melati. Agak sayang siy, karena aq adalah pecinta teh melati, awalnya aq berharap akan merasakan aroma melati.

Pertama kali menyeduh, aq mencoba mencicipi teh tanpa aq beri gula. Aroma vanilla yang kuat memberikan sedikit aroma manis, walaupun rasa tehnya tidak manis. Kemudian aq beri sedikit gula. Hmmm… rumayan, rasa dan aromanya sama-sama manisnya. Terakhir, aq mencoba memberi sedikit madu. Ini baru paduan yang pas!

Aq tinggal dulu yah, mo nerusin ngeteh niy. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s