Christmas in My Mentor Family’s House; Why I Love a Big Family

I love a big family!

Aq sangat menikmati atmosfir berada dalam keluarga besar, keluarga Bapak dan Ibuku adalah keluarga besar yang doyan kumpul-kumpul (miss you all!). Setiap kumpul-kumpul pasti ada cerita baru, cerita lucu, dan makanan yang enak-enak. Makin ramai, bikin makanan terasa makin enak kan?!

Ternyata pas di US aq dapat host family yang hampir sama. Kalau Bapak adalah tertua dari lima bersaudara, eh ibu mentorku adalah anak tertua dari lima bersaudara. Sedangkan Ibu adalah anak ketujuh dari tiga belas bersaudara, eh ayah mentorku juga tiga belas bersaudara. Isn’t it cool?!

Tapi kalau sodara-sodaranya Ibu terbagi jadi dua geng (geng Jawa Barat dan geng Jawa Timur), disini semuanya tinggal berdekatan. Jadi kebayang deh kalau lagi kumpul-kumpul woaaahhh… ada deh kalau enam puluh orang desek-desekkan disatu rumah hahahaha…

Itu dia yang terjadi ketika malam natal kemarin. Aq nemenin kedua orang tua mentorku yang sowan kerumah orang tua ayah mentorku, Popa and Nana. Dirumah kakek-nenek mentorku, seluruh anggota keluarga datang dan akan melakukan tukar dan buka kado bersama. Whohohoho… Kebayang hebohnya deh kalau seluruh keluarga datang, lha dua puluh orang lebih kumpul disatu rumah (kalau salah satu geng keluarga Ibuku lagi kumpul-kumpul) aja udah hebohnya nggak karuan, apalagi ini. Jangan tanya juga gimana hadiah-hadiah yang dijadikan satu di dekat pohon natal, hmm… mereka musti menyediakan lahan kosong radius tiga meter dari pohon natal untuk nempatin hadiah yang musti ditumpuk-tumpuk, diusel-uselin agar muat.

Keesokan harinya aq nemenin keluarga mentorku sowan ke keluarga orang tua ibu mentorku, Papa and Nana. Yang ini lebih tenang, karena jumlah keluarganya nggak sebanyak keluarga bapak mentorku. Disana juga ada ritual tukar dan buka kado.

Karena pada hari menjelang dan tepat pada hari natal anak-anak orang tua mentorku musti ngantor, jadi baru hari ini keluarga inti mentorku bisa berkumpul dan melakukan tukar dan buka kado bareng. Susunan acaranya hampir sama dengan dua acara sebelumnya, makan-makan dulu (biar kuat pas ngebuka kado), kemudian Santa datang (karena orang tua mentorku punya dua cucu jadi acara duduk di pangkuannya Santa is a fun moment), dan buka kado deh.

Well, pasti pertanyaannya adalah apakah aq ikutan buka kado? (GR banget niy aq, kaya ada yang mo nanya aja) Jawabannya aq juga buka kado donk!! Horrayy… aq panen banyak hadiah. Hohohoho… Aq seneng banget deh. Walaupun kalau kata temenku qta nggak boleh peritungan, tapi aq disini mau nggak mau jadi peritungan hahahaha… Gara-garanya modalku cuma dikit tapi dapetnya banyak hehehehe… (seneng mode on! Urat malu putus).

Dari seluruh rangkaian acara-acara tersebut, aq dapet beberapa hadiah. Pas malam natal dan tepat pada hari natal aq dapat dari kakek nenek mentor (dua-duanya ngasih) dan sodara-sodara mentor ibuku. Kemudian hari ini aq dapat hadiah-hadiah lagi.


Ibu mentor dan anak-anaknya ternyata perhatian banget. Aq pernah bilang kalau harganya key chain Wisconsin itu mahal, eh dikasih buat hadiah. Aq nggak suka pop corn butter dan lebih suka yang manis (tapi nggak mo beli karena mahal), dikasih untuk hadiah. Selain itu aq dapet coklat dan beberapa outfits, dan yang paling aq suka adalah gift card!! I love gift card! Aq pernah bilang ma ibu mentorku kalau ‘I love Walmart give card!’ (menampakkan diri kalau lebih suka duit utuh daripada barang hahahahaha), eh anak-anaknya ngasih aq gift cards (lebih dari satu)!!

Ooooo…senangnya!!

Sebenernya ada beberapa hadiah lain juga siy (ditambah hadiah-hadiah dari temen-temen di dorm, party at the end of fall semester), tapi kalau disebutin satu-satu bisa panjang listnya hahahaha…

So, kesimpulannya I love a big family, selain karena aq seneng kumpul-kumpul, aq seneng karena artinya banyak hadiah hahahaha…

Anyway, bytheway, busway, ini berarti bukan the end of the gift moment loh!! Ibu mentorku udah ngejanjiin mo ngebikinin aq quilt (ibu mentorku master quilt), udah gitu temen-temen di dorm bilang ke aq untuk bikin wish-list apa yang aq pinginin untuk suvenir pas balik ke Indonesia, aiihhh senengnya… (love you guys! Boleh masukkin iPad ke listnya nggak yah? hihihihi…)

2 thoughts on “Christmas in My Mentor Family’s House; Why I Love a Big Family

  1. 'istriku banget' Kalimatnya ambigu niy…Apa maksudnya Hun? Bisa-bisa nanti ada orang yang berpikiran buruk ma aq niy >.<Btw, thanks yah Hun udah ikut senang. Alhamdulillah, Chita di sini mendapatkan keluarga yang ramah. Mohon doanya terus yah Hun. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s