A Gallery Greeter, is that Me?!

Ada yang (dulu) suka nonton serial or film-nya Sex and the City?

Nah kalau sempet nonton pasti tau tokoh Charlotte York kan?

Kalau tau, kira-kira bisa nebak nggak persamaanya aq dan Charlotte? (Hahahaha GR high-mode on) Pertanyaanya memang sengaja mengenai ‘persamaannya’ coz kalau ditanya perbedaannya wuaaahhh… satu blog juga nggak akan cukup hehehehe…

Ok, back to question.

Jawabannya adalah…

Pertama, kami berdua pernah tinggal di daerah yang sama di New York. Di serialnya dy udah tinggal di Manhattan-New York setelah lulus college (kalau nggak salah inget) dan aq (sempat) tinggal di Manhattan-New York (selama tiga hari, hahahaha…).

Kedua, dy suka jogging di Central Park. It means that dy pernah lari-lari di Central Park (dengan alasan kesehatan), dan aq juga pernah lari-lari di Central Park (dengan alasan yang memalukan kalau harus ditulis di sini).

Ketiga, kami kerja di tempat yang serupa!! Inget kan kalau Charlotte sebelum jadi fulltime housewife, dy kerja di galeri seni (art gallery). Me too!!😀 (walaupun hanya sebagai voluteer doank tapi bangganya setengah mati hahahaha…)

Selesai deh persamaan kami berdua, tapi bukan berarti selesai post kali ini. Kan nggak lengkap kalau aq nggak cerita seperti apa gallery tempat aq kerja (for volunteer work). FYI, salah satu bagian dari program beasiswa yang aq terima adalah aq musti melakukan beberapa jam volunteer works. Tapi karena jadwal kuliah yang hanya dibeberapa hari tertentu, membuat aq punya beberapa hari tambahan untuk mengisi waktu dengan volunteer works di hari kerja.

Gallery tempat aq bekerja adalah CVA (Center for the Visual Arts) Gallery. Letaknya di downtown kota tempat aq kuliah, Wausau. CVA sendiri adalah organisasi non profit yang dinaungi pemerintah kota Wausau dan memiliki beberapa fasilitas yang terbuka untuk umum yang membuat organisasi ini sesuai dengan namanya. Selain art gallery, CVA memiliki gift store dan art classes yang bisa diikuti oleh siapa saja.

Aq memulai volunteer work di CVA sejak awal December ’10, sebagai greeter. Awalnya aq apply untuk volunteer work di bagian yang lebih mudah, such as data entry or tukan bersih-bersih. Eh, ternyata malah diminta jadi greeter. Me?! Seseorang yang tidak bisa mengerti arti barang seni disuruh jadi greeter?!

Walaupun banyak yang bilang kalau aq sebagai Pisces-person adalah orang (yang seharusnya) berjiwa seni, tapi I am not that kind of person. Well, aq lahir di tanggal terakhir Pisces siy, jadi mungkin jiwa seninya kebagian dikit banget kali yah… hihihi… (excuse!)

Yah, dengan iming-iming akan ada informasi untuk tiap barang seni yang dipajang yang akan diberikan ke setiap greeter (jadi kalau ada tamu yang nanya mengenai barang seni tersebut aq bisa jawab), supervisorku menjamin kalau aq akan baik-baik saja dan selamat sampai di akhir tugas saat menjadi greeter. Setelah beberapa minggu jadi greeter, ternyata enak banget bow kerjaannya. Terlebih lagi kalau cuacanya lagi jelek, yang artinya nggak ada tamu hihihihi…(sukurlah supervisorku nggak ngerti bahasa Indonesia).

Tapi bukan artinya aq bener-bener suka kalau nggak ada tamu yah… (kalau nggak ada tamu bisa-bisa gallery ditutup, lha nanti aq volunteer work dimana donk!) Ketika ada tamu sering kali menjadi moment yang menarik karena biasanya mereka suka cerita kenapa mereka suka dengan art. Beberapa kali aq juga ketemu dengan artist yang suka pameran di gallery ini dan nggak lupa mereka suka cerita fun-nya mempersiapkan pameran.

Anyway, ternyata menyenangkan jadi greeter di gallery seni (selain bisa jadi bahan untuk memirip-miripkan diri dengan one of the New Yorkers, Charlotte York), pekerjaan ini terkesan makin mudah setelah aq menemukan (beberapa) kalimat andalan di depan tamu, “Isn’t that cool?!” or “Isn’t that amazing?!” Setelahnya, terserah tiap tamu mo ngasih respon apa dan aq tinggal angguk-angguk kepala aja, hahahahaha… Isn’t that smart! ^_*

Penasaran dengan CVA? Maen-maen aja ke website mereka di www.cvawausau.org

2 thoughts on “A Gallery Greeter, is that Me?!

  1. Oke, for me, this is the problem,Pertamax, ga' pernah nonton serial sex and the city *kalau serial sex at the city mungkin pernah kali ye… LOLKeduax, belom pernah ke new york, pengen, ga' punya duit…Ketiga, saya buta seni, ga' bisa gambar, ga bisa maen alat musik,ga' bisa nyanyi, ga' bisa drama, bisanya cuma nulis seuprit dan mencet shutter secara asal doank…keempat, ini ngejunk komentar ga jelas di blog orang, maaf ya mbakyu… jangan di marahin :pminimal saya sudah meninggalkan jejak bahwa saya sudah mengunjungi blognya mbak yu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s