Pajak Bea Masuk

Mau tau apa yang paling bikin ngeri murid Indonesia yang sedang belajar di luar negeri (dengan modal pas-pasan, seperti aq) saat kembali ke Indonesia?

Cuma satu.

Bukan culture shock dengan udara Indonesia yang hot and hotter, bukan pula pula ketidak disiplinan sebagian besar orang Indonesia dalam berlalu lintas dan menjaga kebersihan.

Yang bikin kami ngeri dan akhirnya males balik ke Indonesia cuma satu, yaitu pajak bea masuk.

Pernah denger istilah itu kan?

Yup, istilah itu, honestly, jadi momok bagi aq dan sebagian teman-temanku. Why? Ah you know why. Istilah itu kadang sering diartikan sebagai peraturan pengganti biaya fiskal, padahal kalau diruntut sebenarnya peraturan ini sudah berlaku sejak 2005 (ini berdasarkan situs Bea Cukai). Tapi peraturan ini jadi ‘hot news’ karena banyak pelancong (cieee…) yang jadi ngeri karena jangan-jangan peraturan ini akan dijadikan bahan bagi petugas bea cukai-yang-tidak-menjalankan-tugasnya-dengan-benar sebagai ladang pemasukan kedua. Maaf, bukannya mo berburuk sangka loh.

Karena cemas, beberapa saat yang lalu aq sempet ngobrol-ngobrol dengan salah satu staff konjen dan aq curhat masalah ini. Nah saran beliau adalah…

1. Persiapkan diri sebelum pulang, baca peraturannya. Kalau perlu print peraturannya.

2. Siap beradu argumentasi kalau-kalau ternyata petugas yang berhadapan dengan kita berusaha mencari celah untuk menyalahkan kita. Pokoknya siap mental dan fisik.

Goshh… Kebayang kan abis penerbangan yang melelahkan selama beberapa jam or mungkin berpuluh-puluh jam, eh musti siap-siap mental untuk lolos dari bea cukai.

Bukannya pesimis siy, dibalik banyak petugas bea cukai yang melakukan tugasnya on the right track, tapi ada juga beberapa petugas bea cukai yang kadang kita pingin bilang ke mereka, “Please go away!”

So, setuju dengan saran Bapak konjen yang aq sebutin di atas, persiapkan diri setelah turun dari pesawat sesaat ketika sampai di Indonesia.

Mumpung masih ada waktu, tiga bulan setengah untuk aq dan teman-teman seprogramku, mari kita siapkan diri dengan membaca peraturan Pajak Bea Masuk di post-ku yang ini Pajak Bea Masuk Part II.

Untuk menghibur diri sebelum balik ke Indonesia ini ada pengalaman temanku, Yudis (yang balik ke Indonesia Januari lalu) pengalamannya menyenangkan kok ^^
nb: cerita dikutip dari Facebook dan sudah diberikan ijin oleh yang punya cerita untuk di-share di post kali ini.

Guys, kalau ada yang bertanya tanya tentang Bea Masuk, begini ceritanya:

Additional Note: per 2011 tidak ada lagi biaya viskal. (jadi ngak perlu bawa2 NPWP lg)

Kemarin udah sempet parno bakal kena biaya pajak, karena di custom of declarationnya hanya boleh bawa $250 per orang atau $1000 per keluarga.

Di custom of declarationnya, aku centang aja “No” means it is less than 250$! Dan kemudian seperti biasa, koper yang kita bawa akan dicek secara random sebelum keluar airport, biasanya sudah diberi tanda koper mana yang akan dicek, dan kebetulan koper yang dicek adalah koper yang banyak hadiahnya T.T

Udah deg-degan tuh!

Tapi ternyata abangnya cuma tanya “dari mana ini”
Aku jawab “Dari L.A mas”

Abang: ” Lain kali kalau lebih dr 250$ dilaporkan ya, tau kan?”

Aku: “Ia mas tau, makasih ya”

Dan bebaslah saya dr pajak yang kurang jelas itu!🙂

2 thoughts on “Pajak Bea Masuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s