Junior Achievement


Dulu pas baru sampai di USA, Bapak sempet bilang, “Chita, nanti kalo kamu main-main ke sekolah dasar (SD) disana sempetin ambil foto yah?”

Pas itu dalam hati agak ragu siy apa bisa maen-maen ke sekolah dasar disini. Alhamdulillah, ternyata bisa juga. Sebenernya aq dan temen-temen dari sesama program memang suka menyempatkan untuk mengenalkan negara dan budaya kami masing-masing di beberapa acara yang audience-nya kalau nggak anak sekolahan, businessman, sampai warga biasa. Tapi, nggak ada yang benar-benar masuk ke kelas dan berinteraksi langsung dengan murid SD disini. Sampai akhirnya pas Spring Break kemarin ibu mentorku ngajak aq untuk nemenin beliau di kegiatan Junior Achievement.

Saat ibu mentorku ngajak untuk nemenin beliau di kegiatan Junior Achievement, aq nggak ngeh dengan apa yang dimaksud dengan Junior Achievement itu. Kemudian ibu mentorku menjelaskan kalau Junior Achievement adalah kegiatan mengajar di SD yang dilakukan oleh volunteers.

As you know, ibu mentorku adalah orang yang aktif dalam kegiatan sosial, fund raising and kegiatan sosial lainnya yang menyangkut dengan pendidikan. Untuk keterangan lebih lengkap mengenai Junior Achievement, aq copas keterangan dari website-nya di www.ja.org langsung;

JA Worldwide is the world’s largest organization dedicated to educating students about workforce readiness, entrepreneurship and financial literacy through experiential, hands-on programs.

Junior Achievement programs help prepare young people for the real world by showing them how to generate wealth and effectively manage it, how to create jobs which make their communities more robust, and how to apply entrepreneurial thinking to the workplace. Students put these lessons into action and learn the value of contributing to their communities.

JA’s unique approach allows volunteers from the community to deliver our curriculum while sharing their experiences with students. Embodying the heart of JA, our 382,637 classroom volunteers transform the key concepts of our lessons into a message that inspires and empowers students to believe in themselves, showing them they can make a difference in the world.

Sambil nemenin ngajar, aq juga dikasih kesempatan oleh ibu mentorku untuk memperkenalkan Indonesia. Mereka antusias banget ngeliat ada orang dari negara yang juauh di kelas mereka. Udah gitu karena aq masuk di kelas 3 yang setara dengan umur delapan tahun, tingkah polah mereka lucu-lucu. Yang lebih ngegemesin adalah saat aq bisa ngintip kelas kindergarten, subhanallah… lucunya! Nggak akan nolak deh kalo disuruh jadi asisten guru kindergarten! ^^

Oiya, aq juga dapet sambutan hangat dari murid-murid kelas 3 tersebut, sampai-sampai pas aq udahan, mereka meluk aq bergantian… huhuhuhuhu… jadi terharu >.<
Balik ke pertanyaannya Bapak, aq dapet foto ruangan kelas SD di Edgar Public School, and let me share here…

Pengaturan kelas seperti ini sebenernya udah diterapkan oleh banyak sekolah swasta di Indonesia. Meja disusun dengan sistem berkelompok, ruangan penuh dengan pernak-pernik, murid yang terbatas hanya sampai dua belas orang, dan ada satu guru kelas dan satu asisten guru dalam satu kelas. Akan tetapi, susunan ruangan seperti ini tidak berlaku di semua kelas. Masing-masing wali kelas memiliki kewenangan untuk mengatur tata ruang dan peraturan yang berlaku di kelas mereka.

Ada guru yang mejanya bukan terletak di depan kelas, tapi dibelakang kelas. Ada juga guru yang memberikan tanggung jawab ke muridnya untuk menjawab telepon ruangan kelas mereka bergantian, sehingga mereka belajar cara menerima telepon yang benar dan sopan. Intinya hari itu aq mendapatkan pengalaman yang menarik, melihat kelas SD yang berbeda dari yang aq alami dulu.

Oiya, satu lagi. Disini nilai masing-masing murid statusnya adalah ‘high-confidential’, artinya nggak ada yang namanya rangking yang ditulis di papan kelas or diumumin pake microphone kenceng-kenceng. *Which I hate so much from our education process* Ini jadi note tersendiri buat aq (dan si Mas) nanti kalau kami akan cari sekolah untuk anak-anak kami nantinya, kami bisa mencari sekolah yang membuat mereka semangan belajar bukan malah membuat anak kami terbebani, amiin…

Nb: tinggal 46 hari lagi sebelum balik ke Indonesia! *walaupun agak nggak yakin dengan itungannya bener apa salah, tapi tetep semangat ngitung hehehehe…*

2 thoughts on “Junior Achievement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s