Review of (Winter) Chicago Trip on January 2011 Part II

Hari Kedua

NTC’s International Student Program selalu terkenal dengan kegiatan volunteer service, dimana pun kami berada. Sampai-sampai pas lagi trip ke Chicago, coordinatorku nyempet-nyempetin agar kami bisa melakukan volunteer service. Awalnya ada beberapa yang protes, maklum kok jauh-jauh ke Chicago disuruh volunteer service. Tapi setelah melihat tempat kami melakukan volunteer service, teman-teman yang protes jadi berubah pikiran.
Kami saat itu sejenak keluar dari downtown Chicago yang mewah, ke daerah miskin di pinggiran Chicago. FYI, di kota-kota besar Amerika selalu ada slum area dipinggiran Chicago, dan slum area ini tercluster berdasarkan ras. Untuk memasuki daerah tempat kami akan melakukan volunteer service kami melewati daerah cluster African-Central American, kemudian Central American, baru kemudian kami sampai ke daerah yang kami tuju, yang hampir 90 persen penduduknya adalah African-American.
Tujuan kami di daerah itu ada dua, pertama lembaga non-profit yang bersusaha membangkitkan penduduk didaerah tersebut dengan memberikan tempat tinggal dan fasilitas kesehatan yang layak bagi keluarga. Tempat kedua adalah SMA yang ada disana. Tidak seperti SMA di Amerika lainnya yang keren BGT, bangunan dan infrastruktur SMA ini kesannya biasa saja. Tapi yang paling mengesankan adalah murid-muridnya dan guru-guru yang mengajar disini. Murid-muridnya bersemangat untuk belajar dan guru-guru-nya, yang sebagian besar masih muda, semangat mengajarnya sama tingginya dengan murid-muridnya.
Karena hampir semua murid disini tidak pernah keluar dari Illinois apalagi keluar negeri, karena keterbatasan dana, mereka excited banget ketemu dengan kami. Dan ketika forum diskusi dibuka, mereka punya buanyak pertanyaan yang ditujukan ke kami selama acara tersebut.
Perjalanan dan pertemuan dengan murid SMA setempat membuat kami sadar bahwa bukan saja negara kami yang sedang berjuang mengatasi kemiskinan, negara sebesar Amerika pun juga sedang berjuang mengatasi kemiskinan.
Setelah itu perjalanan kami lanjutkan ke Museun Jane Addams Hull – House. Ini adalah museum tokoh perempuan Amerika pertama yang memperoleh penghargaan nobel atas usahanya mengentas kemiskinan. Di museum tersebut yang bangunannya termasuk dalam komplek University of Illinois Chicago, kami bisa melihat film singkat dan diorama mengenai usaha beliau yang sukses membuat anak-anak terlantar mendapatkan pendidikan. Ada sebuah statement di merchandise yang aq suka banget pas aq maen gift store-nya museum ini yaitu ‘Well behave women seldom make history.’ So, are you one of the well behave women?
Selain ke museum, kami juga sempat maen ke UIC dan nengok bookstore milik UIC, keyeenn…

Pemberhentian selanjutnya adalah Art Institvte of Chicago, namanya sekilas keliatan kalau salah ketik, tapi ternyata museum ini memang sengaja menggunakan huruf ‘v’ instead of ‘u’. FYI, tangga difoto atas adalah tangga di lobby museum ini, dan di museum ini ada area untuk seniman dari South East Asia, kalau nggak salah *DO NOT QUOTE* ada karyanya seniman Indonesia yang dipajang disini.
Karena aq nggak tertarik dengan art *science nggak bakat, art nggak bakat, lha lantas bakatnya dimana? hahahahaha…*, aq ma Dian mikir kita udah ke Museum of Art di DC dan itu udah cukup, jadi kami memilih untuk maen ke Millennium Park. Di Millennium Park kami foto-foto di The Bean yang terkenal itu, udah gitu ngeliat ice-rink *masih trauma, jadi nggak mo nyoba* dan monumen yang ada gambar tokoh terkenal dan gambarnya berubah-rubah diantara water fountain-nya Millennium Park.
Malamnya aq dan Dian jalan-jalan di Magnificent Miles. Karena hotel kami terletak di daerah downtown dan kalo mo jalan-jalan ke Magnificent Miles yang tersohor itu tinggal ngelesot aja, jadi kami memuas-muaskan untuk ngeliat-liat jalan yang dipenuhi oleh retailers terkenal. Mulai dari yang mahal sampai yang termurah. Sayang karena anginnya Chicago yang super kenceng, jadi membuat aq dan Dian nggak bisa jalan dengan santai, kami saat itu musti jalan cepet dan kalo pas dingin banget masuk ke salah satu toko, numpang ngangetin badan sambil cuci mata.
Hari ketiga

It’s all about money!
Kami maen ke Chicago Board of Trade dan the Fed.
Di Chicago Board of Trade kami melihat bagaimana penjualan bahan baku pokok dan mineral dijual dari seluruh dunia. Kemudian di the Fed, kami terkagum-kagum dengan uang yang dipajang hahahahaha… *nggak ilmiah banget*. Di the Fed, kami dijelaskan bagaimana pemerintah Amerika melalui Federal Reserve Banks memproduksi dollar, menyalurkannya, dan memusnahkannya. Yang menarik adalah sebagai souvenir, kami bisa membawa pulang a bag of shredded money, dan katanya satu kantong kecil itu berisi kurang lebih 360 usd *DO NOT QUOTE, cz pas nulis ini aq nggak lagi ngeliat kantong uang tersebut*.
Indeed, tiga hari di Chicago sangat memuaskan. Museumnya keren-keren, tempat yang dituju ok punya, cuma satu yang aq sayangkan di sini, yah tidak lain dan tidak bukan adalah anginnya yang duiiinggiiinnn… *yah namanya juga Windy City* Coba kalau anginnya nggak bikin suhu udara ngedrop sampai dibawah 10F, pasti kami puas banget tuh jalan-jalannya! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s