Perjalanan Pulang ke Indonesia

Saat akan pulang ke Indonesia, saat yang paling membuat frustasi adalah cara bagaimana mem-packing seluruh kehidupanku dalam satu tahun di US di dalam dua koper besar dan satu carry on-ku. Oooouuuucchhh….

Ok, dimulai dengan dua koper besarku yang berukuran 30 inch dengan warna yang pink keungunan. Kalo nggak karena harganya yang lagi discount abis-abisan, pasti koper itu nggak aq beli, coz koper itu tuh bukannnn aq bangeettt!!

Koper kedua yang besarnya 27 inch, ini koper punya si Mas. Aq sebenernya bawa dua koper ketika berangkat, tapi ternyata koper lainnya itu udah nggak cukup besar lagi. Akhirnya hanya koper 27 inch ini yang aq bawa *yah selain ma koper 30 inch yang agak norak di atas hehehehe…

Then, carry on-ku nggak kalah norak ma koperku yang paling besar. Warnanya tuh ijo teraaaangg banget. Saking terangnya yah, sampai petugas imigrasi aja amaze ma warnanya. Yah, koperku norak warnanya.

Yang terakhir aq bawa backpack untuk naruh laptop, netbook, hape, dan segala berkas penting. Dan yang paling terakhir *hehehehe…* aq bawa paperback kecil untuk naruh kamus oxford-ku yang nggak terpakai. *Cursed google yang bikin kamus jadi barang yang paling nggak praktis sama sekali! hahahaha…*

Note: buat yang berangkat kuliah ke luar negeri, selama kamu bisa dapet koneksi internet, dan allowance baggage-mu yang terbatas, maka saranku adalah jangan bawa kamus besar!! That’s a big NO-NO. Mending bawa yang lain deh… hehehehe…

Setelah membuang hampir separuh barangku *huaaaa… T.T*, akhirnya aq bisa memasukkan barang-barangku ke tiga koper tersebut. Coklat yang berat aq masukkin ke carry on-ku. Baju-baju yang ringan aq masukkin ke koper besar. Dan akhirnya setelah berjuang berhari-hari aq membawa koper besar 30 inch dengan berat 50 pounds, koper 27 inch *sukses* overweight hingga 60 pounds, dan carry on ku beratnya *tarrraaa…* 40 pounds hahahaha… *tertawa penuh kemenangan*.

Note: Kalau biasanya carry on 21 inch dihitung dari roda *dari lantai* sampai atas. Nah, pengalaman teman-teman international lain yang mo keluar dari US, carry on mereka bikin aq melek-semelek-meleknya *artinya kaget* karena mereka membawa carry on yang tinggi 21 inch nya dihitung bukan seperti biasanya tapi dihitung tanpa roda. Yang artinya kopernya jadi lebih besar dari koper carry on yang biasa dipakai. Sumpah deh bikin iri-seiri-irinya… *Wuaaa… coba kalo gitu kan aq bisa bawa boots ku tersayang!! T.T*

Dengan carry on yang berat dan alat elektronika yang banyak membuat aq harus siap untuk angkat-angkat. Ketika masuk airport dan pemeriksaan imigrasi aq mau nggak mau harus siap-siap repot, lepas jaket dan coat *yang nggak rela aq tinggal hahahaha…*, lepas sepatu kets, ngeluarin laptop, ngeluarin netbook, dan yang paling serem adalah ngangkat carry on 40 pounds. Dari total perjalanan aq musti mengulangi kegiatan ini *sukurnya* hanya tiga kali.

Ternayata pas aq masuk di airport pertama di Central Wisconsin Airport, di dalam carry on ku ditengarai ada benda asing. Oleh pihak imigrasi dibongkar dihadapanku dan aq nggak boleh menyentuhnya. Aq siy nggak masalah selama si Ibu Imigrasi janji kalau dy yang akan merapikan koperku lagi. Maklum karena beratnya amit-amit dan isinya buanyak, carry on-ku tuh butuh dua orang untuk bisa berhasil menutup zipper-nya.😀

Aq sempat khawatir carry on ku akan dibongkar lagi ketika di out-point airport dan di transit point. Eh ternyata nggak loh! Alhamdulillah…

Hal besar yang membuat aq senang ketika selama perjalanan pulang dari US ke Indonesia adalah aq nggak senidrian. Ada Dian yang bareng denganku. Saat-saat menunggu jadi menyenangkan karena ada temen nge-gossip. ^^

Dari empat airport, aq bisa selalu update status dan nge-check game di FB *teuteup… hehehehe…* di tiga airport tersebut, di Central Wisconsin Airport, San Fransisco Int. Airport dan di Hong Kong Int. Airport. Yah kecuali satu tuh di O’Hare – Chicago Int. Airport yang entah kenapa wi-fi connectionya terbatas. Mengenai pesawat, memang maskapai Asia tuh paling menyenangkan. Cathay Pasific top-markotop deh walaupun kelasnya cuma ekonomi, pramugarinya enak dilihat dan perut nggak ada lapernya, karena makanannya banyak hehehehe…

Ketika sampai di Indo, alhamdulillah koperku nggak kena random check or tanda kapur. Aq juga tanpa sengaja menaruh carry on ku ditumpukan paling bawah saat aq letakkan di cart-ku, dibawah koper besar-besarku yang lain. Ini membuat aq mendapatkan keuntungan, yaitu carry on ku jadi nggak perlu dimasukkan ke x-ray dan diperiksa. Aq hanya perlu memasukkan backpack dan paperback-ku ke dalam pemeriksaan x-ray.

Note: Info yang aq dapatkan dari teman-temanku; kalau ada tanda putih dari kapur di koper kalian, buru-buru dihapus dan jangan lupa periksa sisi lainnya. Karena kadang satu koper bisa mendapatkan lebih dari satu tanda kapur. Ini bisa mencegah koper harus diperiksa pihak imigrasi Indo.

Nah akhirnya setelah perjalanan panjang satu setengah hari, merasakan lima airport, dan dua maskapai penerbangan, aq sampai di Jakarta dan bertemu si Mas! Horray!!

4 thoughts on “Perjalanan Pulang ke Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s