Now, I am in Townsville, Australia

(Yeayy… akhirnya aku bisa mengalahkan kemalasanku untuk update blog!)

First thing I wanna say is, alhamdulillah aku sudah berada di Townsville!

Yup, yup, setelah menghilang beberapa bulan karena malas, aku alhamdulillah sekarang udah berkumpul lagi dengan si Mas. Aku sampai di Townsville hampir dua minggu yang lalu. Thanks to Allah SWT for making my prays come true.

Walopun belum genep dua minggu udah banyak aja yang nanya aku udah maen kemana, kaya nggak tau kalo aku anak rumahan males kena panas, hehehe… Jadi jawabannya standar yah keliling deket-deket sini hehehehe… Padahal cuma nyobain mall-mall yang ada disini, kebetulan tuh dua mall jaraknya cuma lompat dan koproll loh dari tempat kami tinggal.😀

Ok, sebelum malah jadi cerita tentang perbandingan mall to mall antara Jakarta, USA, dan OZ😀 aku cerita hal yang lebih menarik aja kali ya… Such as selayang pandang mengenai Townsville, yang aku contek plek-plekan dari Wikipedia. Menurutku ini lebih bisa dipercaya dari pada cerita temennya si Mas yang baru pulang dari sini, saat pas aku mo berangkat. Gara-garanya temennya si Mas dengan meyakinkan cerita kalo kota ini kecil, ndak ada apa-apanya. Nah kurang pinternya aku, aku nggak inget kalo si temennya Mas ini lahir dan hidup di Jakarta, jadi kalo ngegambarin Townsville, pasti dengan dibandingkan Jakarta. Sedangkan aku masih aja memakai patokan Wausau, desa kota tempat aku tinggal selama di USA, jadi bengong deh aku pas sampai di sini. Ketauan kalo anak desa banget hahahaha…



Townsville is a city on the north-eastern coast of Australia, in the state of Queensland. Adjacent to the central section of the Great Barrier Reef, it is in the dry tropics region of Queensland.Townsville is Australia’s largest urban centre north of the Sunshine Coast, with a 2006 census population of 143,328, and a 2009–2010 estimated population of 185,768. Considered the unofficial capital of North Queensland, Townsville hosts a significant number of governmental, community and major business administrative offices for the northern half of the state.

(Townsville-Wikipedia)

Letaknya Townsville yang berada di utara benua Australia (seringnya aku singkat jadi Oz), membuat iklim disini betty (beda-beda ttypis) ma Indonesia. Hanya saja udaranya lebih bersih dibandingkan Jakarta dan lebih dingin dari pada Malang.🙂

Yang menarik, karena Oz berada di selatan Bumi maka waktu musim berkebalikan dengan wilayah di utara Bumi. Misalnya seperti sekarang, di sini sedang menjelang musim panas akan tetapi di belahan utara, seperti desa Wausau sekarang sedang menjelang musim dingin. Jadi kangen salju niy.😦

Ibu mentorku sempet nanya, kalo aku homesick apa nggak pas sampai di Townsville. Eehh… jangan dikira walaupun sudah bersama suami nggak homesick yaa, homesick itu bisa dipicu apa saja mulai dari lingkungan sekitar yang berbeda, makanan yang berbeda, dan bahasa yang berbeda. Tapi sukurlah aku nggak sempet homesick, karenaaaa di kota ini banyak orang Indonesianya! Hahahaha…

Yah kalo dulu dosenku bilang, if you go to Oz it is just like you go to another part of Indonesia! Hehehehe… kalo dipikir-pikir bener juga tuh. Soalnya pertama, aku bisa pake bahasa Indonesia dengan intensitas lebih sering daripada pas aku di USA. Kedua, karena tiap hari makan nasi!! Please note, bukan karena aku nggak mau yah, tapi si Mas adalah nasi-minded, nggak kenyang kalo nggak makan nasi is what he believes! Padahal kan aku expecting-nya bisa makan-makanan bule siapa tau bisa ketularan bule-nya, jadi Jale (Jawa-Bule) hahahaha…  Lha ini kok malah sama aja kaya di Indonesia.

Lebih parah malah pesen dari Pakdheku yang dulu sempat sekolah di sini. Kata beliau, ‘Pasti betah deh di Aussie, karena negaranya menyenangkan, tapi jangan sampai ketika pulang malah lebih lancar berbahasa Melayu daripada bahasa Inggris yah!’ Jleebb… hahahahaha….

Aniwey, anihow, hal menarik lainnya saat pertama kali aku sampai di Oz adalah kata-kata ‘yeee’ or ‘iyeee’. Aku denger ini dimana-mana dan sering banget. Pertamanya aku ngerasa aneh banget siy… maklum kuping desa, masih belum terbiasa ma aksen Australian yang aneh sulit. Aku rasanya masih termanja dengan aksen north-central USA yang mudah hehehehe… (kan selama sekolah di Indonesia kita belajarnya aksen Amerika, jadi nggak salah donk hehehehe, mekso-dot-com)

Pasti ada yang mo nanya lantas selama aku di Oz aku mo ngapain aja. Rencana terkini adalah mo kerja dan bisa jalan-jalan. Udah sempet nyari siy, tapi belum ada yang cucok di hati. Jadi kalau ada Mbak dan Mas yang tinggal di Townsville dan kebetulan baca post ini dan punya info lowongan kerja bagi-bagi yah! Hehehe…

3 thoughts on “Now, I am in Townsville, Australia

  1. Horeee!! Serunya baca cerita mba' Chita … jadi pengen segera nyusul :)mudah2an cepat dapat kerja ya mba' .. biar bisa keliling2 Oz & shopping di mall2 itu ..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s