Mengurus VISA Australia

Cerita ini mungkin akan tidak terlihat lengkap dan jelas bagi orang yang berencana untuk mendapatkan visa Australia, karena aku hanya bisa menceritakan pengalaman mengurus visa untuk jenis yang aku ambil. Tapi mudah-mudahan ada informasi yang bermanfaat.

Ok, ceritanya beberapa bulan lalu si Mas berangkat untuk sekolah lagi di Oz, mengambil master degree. Karena kami baru aja berpisah selama setahun, aku menjalani program CCIP di USA, maka kami berencana agar aku bisa menyusul secepatnya. Sebenarnya semenjak di USA aku suah mulai mencari informasi mengenai bagaimana cara-cara mengurus visa untuk aku, sebagai student-dependent, akan tetapi karena rencana sekolah si Mas yang unpredictable dan ruwet sendiri, aku menyerah. Memilih untuk nggak mengambil langkah apapun sampai kembali ke Indonesia.
Then, kurang dari dua bulan setelah aku sampai, cuma kaya sekedipan mata, keputusan berangkatnya si Mas turun. Lha akhirnya aku ditinggal sendirian😦
Segera setelah si Mas berangkat kami berdua memutar otak dan mencari cara agar aku bisa segera menyusul.  Sukurlah kami dibantu oleh seorang temannya si Mas, sehingga aplikasi visa-ku bisa segera masuk dan diproses. 
Untuk student-dependent yang ‘student’nya berangkat ke Oz bukan dengan biaya dari pemerintah Oz (such as ADS or AUSAID, etc) like me atau malah biaya sendiri, biasanya visa harus diurus sendiri. Maka pengurusannya akan tidak banyak berbeda dengan apa yang aku lakukan. 
Untuk mengetahui jenis visa yang dibutuhkan just click ke www.immi.gov.au  
Kemudian setelah tahu dengan pasti, di website tersebut juga terdapat informasi mengenai persyaratan yang harus disiapkan dan formulir yang harus diisi dan diserahkan saat pendaftaran di embassy. Biasanya setelah persyaratan lengkap, dan dievaluasi oleh mereka beberapa hari kemudian akan diberi tahu untuk medical-check up di rumah sakit yang ditunjuk. Kemudian beberapa hari/minggu setelahnya akan diberi tahu kalau visa sudah jadi. Dalam proses mengurus visa Oz jarang sekali proses wawancara dilakukan, tidak seperti halnya saat mengurus visa USA, biasanya wawancara hanya terjadi apabila petugas membutuhkan informasi lebih jelas mengenai hal-hal tertentu.
Kebetulan, ketika si Mas sudah diterima kuliah di universitasnya sekarang, universitasnya menyarankan si Mas menghubungi salah satu agen sekolah dan visa di Jakarta. Kemudian pengurusan visa si Mas dibantu oleh mereka. Dan ternyata aku juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Aku menghubungi agen tersebut, dan mereka bersedia membantuku.
Persyaratan yang aku harus serahkan ke agen sama dengan persyaratan yang aku harus bawa kalau aku ke embassy, hanya melalui agen aku tidak perlu mengantre dan pihak agen dengan senang hati membantu aku saat mengisi formulir. Untuk biaya, hmm… until now aku masih nggak ngerti dimana aku dikenai biaya, karena biaya yang harus aku bayar kalau aku mendaftar langsung di embassy sama dengan uang yang aku harus bayar melalui agen. Jadi dengan kata lain biaya servicenya gratis. Please correct me if I am wrong yah…
Persyaratan yang aku bawa saat aku ke agen adalah; 
Dokumen visa + pembayaran :
1.       Copy Akte lahir  suami dan istri
2.       Copy Kartu Keluarga
3.       Copy Surat Nikah
4.       Offer Letter dan COE  dari universitas
5.       Bukti pembayaran OSHC yang family (mohon dibyr OSHC sampai berakhirnya studi  ditambah 4 bulan – dibayar secara online di Australia)
6.       Passfoto 4 X 6 sebanyak 2 lembar
7.       Passport yang masih berlaku min. 6 bulan (asli)
8.       Bukti keuangan selama 3 bulan berturut-turut
9.       Referensi bank sponsor
10.     Surat sponsor
11.     Mengisi Form 919 + form 956
12.   Medical Checkup untuk suami / istri oleh dokter yang ditunjuk kedutaan dengan membawa FORM 160 dan FORM 26. setelah mendapat no utk tes kesehatan
13.    Biaya dependent visa Rp 5,570.000,- + biaya VFS Rp 160 rb/orang (biaya ini mungkin bisa berubah sewaktu-waktu)

Bukti keuangan yang diminta dalam rekening bank kita, kalau mau berangkat dengan uang sendiri, adalah 8000 AUD (informasi terakhir yang aku tahu), jumlah ini dicantumkan dalam bank reference dan bukti transaksi bank selama tiga bulan berturut-turut. Akan tetapi disarankan bahwa jumlah ini adalah jumlah yang stabil. Dengan arti kata jangan ada deposit uang atau pengambilan uang yang jumlahnya besar sekali dalam kurun waktu tiga bulan ini, sehingga jumlahnya tidak stabil.  
Oiya, sebelumnya ada yang bertanya bagaimana kalau ingin berangkat tapi nggak punya uang yang cukup besar untuk dijadikan bukti jaminan? Caranya adalah minta bantuan dari orang tua atau kerabat dekat atau atasan kantor untuk menjadi penjamin/sponsor kita. Mereka hanya diminta untuk menyatakan kesanggupan menjadi penjamin kita dalam surat kuasa, dan memberikan surat dari bank (bank reference dan bukti transakti tiga bulan berturut-turut) atas rekening bank mereka yang isinya sama dengan jumlah apabila ingin mendaftar dengan uang sendiri.

So, how about medical check up? Medical check up-nya mudah dan tidak rumit kok. Hasil medical check up-nya tidak perlu kita bawa ke embassy atau ke agen, karena rumah sakit/klinik tersebut yang akan meng-upload dan mengirimkannya ke embassy via internet. Maka dari itu hanya beberapa rumah sakit/klinik saja yang melayani medical check up untuk visa Oz.



However, ada pengalaman yang menarik saat aku melakukan medical check up, FYI aku medical check up di salah satu klinik di bilangan kuningan tempatnya strategis banget, recommended niy.

Ketika medical check up, salah satu yang diperiksa adalah mata, nah ini jadi masalah karena minus mata-ku sudah naik sedangkan aku belum ganti kacamata. Ternyata hal ini adalah salah satu hal yang akan memberatkan aku, sehingga aku diminta untuk kembali lagi setelah mendapatkan kacamata yang sesuai dengan kebutuhan mataku. Karena ingin proses ini segera beres maka aku mencari penjual kacamata yang bisa langsung jadi (beberapa optik Melawai menyediakan fasilitas ini, atau kalau mau langsung ke ITC Mangga Dua lantai 2). Setelah aku mendapatkan kacamata baru, aku segera kembali lagi ke klinik sehingga medical check up selesai hari itu juga. 

Lama waktu pengurusan visa-ku bisa dibilang cukup cepat. Kurang dari seminggu setelah aku memasukkan dokumen dan persyaratan, aku diminta untuk tes kesehatan. Lalu tepat seminggu setelah medical check up, visa-ku jadi. Alhamdulillah. Ada beberapa orang yang mengatakan apabila sudah pernah mendapatkan visa USA, maka visa untuk negara lain akan mudah didapat, tapi kalau menurutku semua itu tergantung dari kelengkapan dokumen dan persyaratan. Kalau nggak lengkap persyaratannya tetap saja akan sulit mendapatkan visa dari suatu negara tertentu, ya kan?😉

6 thoughts on “Mengurus VISA Australia

  1. Thanks banget ya mba' dah cerita pengalamannya! Mau nanya nih mba', untuk kacamata harus ada receipt dokter ya? (saya dulu buat di optik, cuma dikasih semacam catatan ukuran kacamatanya)… kalau buat di ITC Mangga Dua kena berapaan? wah, enak juga ya bisa langsung jadi hari itu juga.🙂

  2. Udah dijawab via PM yah Say… Tapi siapa tau ada yang penasaran; sekarang niy kayanya kacamata nggak perlu pake resep dokter, tinggal langsung dateng ke optiknya dan diperiksa disana aja. Kalau di ITC Mangga Dua, tergantung seberapa canggih nawarnya hehehe… Untuk frame biasa dengan lensa plasti supersin bisa mulai dari 100rb sampai jutaan. Tinggal pilih aja 🙂

  3. Mbak, kalo bleh tau pke agen apa yaa?? Aku cuma butuh buat ngurus visanya aja soalny..
    Aku tau bbrapa agen yg buat visa edu, tp dy mauny ngurusin smuany, payment sekolah dll.
    Sebelumnya mkasih mba’…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s