Sedikit Cerita dari (PPIA) Wausau

Nulis ini disaat stuck, bingung mo nulis apa buat artikel PPIA JCU. Gimana kalo sedikit cerita-cerita tentang PPIA dan nggak tau deh nanti ini ceritanya akhirnya bermuara kemana. *Cieeee…*

PPIA adalah singkatan dari Persatuan Pelajar Indonesia di Australia/Amerika/ or negara-negara lain yang berhuruf awalan ‘A’. Kalau persatuan pelajar Indonesia di Jepang or negara lainnya mungkin singkatannya akan berbeda. 
Dulu ketika aku dan dua orang temanku, Dian dan Yudis, masih terdampar di Wausau, kota kecil berjarak dua jam dari Madison, Wisconsin, kami dianjurkan oleh pihak konjen di Chicago untuk membentuk PPIA juga. Pas kita ngobrolin ide itu yang ada kita bertiga geli sendiri, plus miris. Lha wong di Wausau cuma ada tiga orang pelajar, eh plus satu dink, sama bu Alia, tapi beliaunya udah jadi permanent resident dan kotanya tetanggaan aja ma Wausau dan nggak kuliah di college yang sama, jadi agak nggak afdol juga kalo dimasukkin jadi anggota. Masa mo bikin PPIA dengan tiga orang doank, kan nggak seru banget!  
Aniwei, mari kita berandai-andai, misalnya kita punya PPIA NTC Wausau, pastinya PPIAnya akan dinamis. Saking kompaknya mungkin kegiatan PPIA kami bakal lebih sering dari pada PPIA lainnya. Karena belom ada PPIA aja kami udah sering ada kegiatan bersama, such as setiap hari Selasa dan Kamis adalah jadwalnya untuk menelusuri counternya GAP, Hollister, American Eagle, Aeropostal, Bath Body and Works, JC Penny, Sears, dan toko semacamnya. Di dua hari tersebut biasanya GAP pasang discount lebih, toko lainnya yah sekedar diliat-liat aja siapa tau ada barang bagus yang lagi di clearance. 
Kemudian, di hari Senin adalah jadwalnya makan Chinese food di salah satu restaurant di downtown Wausau. Kalo hari Senin, lunch di tempat ini cuma lima dolar saja! Itu udah appetizer, soup, main dish, dan minum, murah banget kan?! Lantas kami bakal melakukan kegiatan seperti ini lagi di hari Minggu, kegiatannya yaitu jalan bersama (biar sehat) untuk makan siang di King Buffet (makin sehat!). 
Program ini awalnya diusulkan oleh salah satu anggota kehormatan *dari seluruh anggota kehormatan yang terdiri dari tiga orang tadi hahahahaha…*, Yudis. Kenapa makan siangnya harus hari Minggu? Ini dikarenakan karena kami tinggal di dorm, maka kualitas dan rasa makanannya ya itu-itu aja nggak cucok ma lidah orang Asia yang makanannya penuh rempah. Nah, kalo weekend biasanya waktu makannya hanya dua kali, brunch dan dinner, dengan macam makanan yang sebatas fozen food. Nggak sehat banget kan?!
So that, dengan usulan untuk menjaga kesehatan karena kegiatan belajar pastinya menguras tenaga, stamina dan otak, kami setiap minggu jalan kaki (karna bis nggak beroperasi di hari Minggu) ke King Buffet yang jaraknya hampir satu kilometer. Sehat banget kan? Udah gitu dengan delapan dollar, kami makan sepuas-puasnya disini. Biasanya untuk mencapai kesehatan maksimal kami bertiga bercokol di restoran ini sampai tiga jam. Kan mbayarnya sama, jadi boleh donk lamaan dikit dan banyakan makannya ya Koh… *kedip-kedip mata ke Kokoh yang punya* hahahahaha… 
Selain program yang menyehatkan badan dan jiwa seperti yang aku sudah sebutkan di atas, ada kegiatan lain yang tidak kalah penting yang kami lakukan selama di Wausau. Kegiatan itu adalah memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia tercinta pada masyarakat pedalaman Amerika. Kenapa pedalaman? Karena pertanyaan yang diajukan ke kita pas kita memperkenalkan diri biasanya suka lucu-lucu, such as, “Do you eat ice cream in your country?” Biasanya kita ketawa-ketawa sambil ngejelasin kalo negara kami nggak se-ajaib bayangan mereka sampai kami nggak punya es krim di Indo. Emang siy kalo ada es krim gratisan kami suka maruk, tapi purely itu bukan karna nggak ada di Indo, tapi karna kami doyan aja ama yang gratisan.
Kalo nggak gitu pertanyaannya lebih parah, “Do you have a television in your home country?” *Really?!* Pertanyaan ini lumayan sering ditanyaiin biasanya mereka juga nanya apa di Indo ada kulkas, ada mesin cuci, ada kompor, ada radio dan benda-benda elektronik lainnya, mungkin mereka nanya karna wajah kita wajah mahluk purba kali ya hahahahaha…. 
Kalo ada yang nanya “Is there any cat or dog in your country?” Kami menganggapnya mereka ngarepin kalo di Indo lingkungannya bersih nggak ada hewan liar kali yah, aamiin…😀
Atau ada anak-anak Amrik yang mo nyombong dengan nanya, “Do you have any mall like here?” Oallaaahh…
Mall of America yang tersohor itu yah *yang di tiru ma salah satu mall di daerah kelapa gading*, saking tersohornya sampe-sampe kalo ada temen Amrik yang kalo maen kesana langsung update status di FBnya so everybody around the world would know. Honestly speaking, kayanya MOA masih lebih kecil daripada Tunjungan Plaza – Surabaya deh! 
Mall mah kita punya banyak gede-gede lagi! Kan Jakarta is the city with the highest number of shopping malls in the world. *however, Indonesia teteeup masih jadi bagian dari third world countries, ttssssaaahhh…* 
Anihow, masih ada pertanyaan yang lebih parah dari pada yang terparah. Orang Amerika yang kami temui kebanyakan tahu mengenai, Singapura, Malaysia, Australia, atau Thailand. Selain di kota besar yang majemuk dengan banyaknya orang asing selain bule-bule itu, di kota menengah atau kecil not many people know about Indonesia atau Bali *aku nulis ini karena banyak media di Indo bilang, Bali is so famous in every part of USA, manenye?!*. 
Ada siy yang tahu, kalo kebetulan ada yang baca buku or nonton filmnya ‘Eat, Pray, Love’. Tapi kan orang Amerika tuh buanyak, jadi kalo box office atau best seller, yah paling yang nonton cuma sepersepuluh or seperdua-puluhnya dari jumlah keseluruhan, jadi yang tau jumlahnya masih diiikiiiit banget. Selain yang pernah baca artikel mengenai tsunami di Aceh, atau pariwisata di Bali, atau yah yang baca dan nonton film yang settingnya di Indo, biasanya nggak banyak yang tau. Mudah-mudahan setelah ada si Paris Hilton dateng kemaren, banyak orang yang suka baca majalah gosip tau tentang Bali. 
Ok, back to pertanyaan terburuk tadi, nah kalo mereka tau negara-negara tetangga  yang mengelilingi Indonesia, apakah itu jaminan bahwa mereka tahu kalau ada negara bernama Indonesia, ternyata masyarakat pedalaman like Wausau (dan beberapa banyak di kota-kota lainnya, malah ada yang di WDC dan New York), dari sepuluh orang mungkin yang tau cuma satu atau dua aja. 
Padahal yah kita biasanya suka ngasih clues yang familiar *yang kayanya hanya berlaku buat kita* misalnya; 
“We are the fourth biggest populated country in the world” biasanya mereka nebaknya Indonesia = India. 
“We are the biggest islands country in the world.” Biasanya mereka nggak ngeh. Ya sudah, kasih clue yang lebih mudah. 
“We are the biggest country in South East Asia.” banyak yang bilang Malaysia, kalo nggak gitu Thailand.
Kalo pas kami bilang, “We are the second biggest coffee producer.”  Atau, “We are the biggest moslem country.” Atau *ini statement yang kami pikir everybody knows, dan bikin kami sempat bangga banget, dan ternyata malah bikin kami kecele.* “Your president, he had ever lived in our country for two years when he was young.”  Biasanya nggak banyak yang bisa jawab, yah akhirnya kami kasih tau kalo kami tuh datang dari Indonesia. You know what question they asked after that?
“Wich part of Afrika is Indonesia located?” 
What?! 
Eh ya, kan kami ini tiga anak kece-kece dari Indonesia, kok dibilang Afrika. Aku ma Dian itu tuh wajahnya eksotezz khas Asia, lebih-lebih lagi Yudis yang kulitnya lebih jernih karena keturunan Tionghoa, masa kita dibilang dari Afrika?! *maaf-maaf-maaf buat yang dari Afrika dan kebetulan bisa berbahasa Indonesia* 
Kesannya tuh diantara Malaysia, Singapura dan Australia, nggak ada negara yang bernama Indonesia. Oh my… Pas kita tunjukin lokasi Indonesia di peta, baru deh mereka ngeh kalo ada negara bernama Indonesia, yang terdiri atas kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak di dunia. 
Sering aku tuh heran sendiri, masa yah, sebagai negara dengan populasi terbesar ke empat sedunia, kita tuh belum bisa menginvasi sedikit wilayah di negara maju or di negara manapun deh. Di kota-kota di Amrik gampang banget kalo mo nemuin China Town, Little India, Little Thailand, Little Italia nah mana Kampung Indonesia?! Atau mungkin nggak usah menginvasi deh, tapi at least dikenal deh. Masa kalah ma Malaysia, Singapura, Filipina, dan negara-negara tetangga lainnya lebih dikenal. Di Oz juga gitu, based on info yang aku dapet dari mbah Google, Indonesia tuh juga masih kalah populer ma Vietnam, Philipines, Malaysia, untungnya kita sebelahan, jadi orang Oz harusnya familiar ma Indonesia. 
Aniwei, ada bagusnya kali yah kalo orang Indo tuh lebih jago kampung, jadi kita tetep akan memegang tropi negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia hahahaha… Eh ya nggak hanya itu juga siy, ada banyak keuntungan lainnya, seperti pelestarian budaya yang akan lebih mudah, pengelolaan sumber daya alam yang terkelola maksimal *retorika banget, tapi musti di-amin-in*, sumber daya manusia yang melimpah sehingga biaya produksi bisa ditekan, dan banyak keuntungan lainnya. 

Kemudian, balik ke program andai kami bertiga mendirikan PPIA NTC Wausau, selain memperkenalkan Indonesia, kami juga telah sukses mempromosikan Indonesia. Setelah rajin buka lapak Indonesia di banyak kegiatan sekolah-sekolah di sekitar Wausau, kami berhasil membuat beberapa orang di Wausau gantian terdampar di Indonesia, untuk menikmati the truly beauty of Indonesia. Yeay!! 

Mudah-mudahan dengan bergulirnya waktu makin banyak orang di negara lain yang mengetahui mengenai Indonesia dan berkunjung ke Indonesia, untuk menikmati indahnya Indonesia (plus membuang-buang dollar di negara kita tercinta). Tidak lupa dengan harapan pemerintah kita tercinta juga bisa mengelola hal tersebut dengan efisien dan masksimal untuk kepentingan masyarakat banyak. 

7 thoughts on “Sedikit Cerita dari (PPIA) Wausau

  1. enak donk 5 dolar bisa makan 3 menu, 8 dollar bisa makan sepuasnya, di sini mana bisa ;)aku pernah tersinggung waktu ditanya di indonesia ada TV nggak hahahaha dulu wkt msh di tanah air dan bersahabat pena dgn org asingkalau di sini tetanggaku pernah kaget wkt tak tunjukkin rumahku, dia bilang tak kira nggak ada ubin di sana dikira rumahnya msh lantai tanah, terus atapnya yg pakai rumbai2 itu ya, bayangan kayak hidup di hutan :Dbtw, fotonya cantik deh🙂

  2. suka aneh sebenernya Indonesia itu bisa2nya ga terkenal. Masalahnya kan di peta dunia, bentuk kepulauan Indonesia itu unik banget. Kapan sih ada orang yang bikin karikatur bola dunia trus bentuk kepulauan Indo di skip? walaupun kadang2 agak absurd bentuknya, tapi pasti ada deh. Cuma kok ya selalu kalah kondang sama negara2 tetangga ya?Alhamdulillah sih selama di sini ga pernah dapet pertanyaan ajaib kayak di atas. Paling mereka ngiranya kita kalau nulis pakai karakter khusus kayak China atau Jepang.

  3. Candela: Huahahahahaha… ngimpi kali yee… Kalo udah bisa ngajak orang se-desa liburan di Indo, baru tuh kayanya masuk list dipertimbangkan hahahaha… :DMbak Ely: Hihihihi… emang lucu-lucu yah pertanyaannya, dipikirnya Indonesia tuh jauuuh banget dari peradapan, padahal kalo urusan mall, kita masih juara lho hahaha…Bebe: Setuju!! Masa Indonesia yang segitu lebarnya nggak dianggep. Iya nih, kita masih kalah eksis ma negara-negara tetangga. Kayanya pemerintah soundingnya tentang Indonesia kurang niy.

  4. wah, seru ya tinggal di kota kecil :)hahaha, mungkin karena Obama pernah tinggal di Indo makanya dikira di Afrika …kalau di Seattle biasanya orang2 selalu salah menebak saya orang mana, tapi kalau dikasih tahu Indonesia untunglah mereka langsung ngerti ..hehe

  5. Padahal yah, kalo diliat dari riwayatnya Obama, dy tuh baru pertama kali ke Afrika pas udah umur dua puluhan. Jadi dy ke Indo dulu, tapi teteeep… ternyata bagian sejarah yang bikin banyak orang Indo bangga, nggak se-famous di negara aslinya orang itu, hahahaha… mudah-mudahan fansnya Obama di Indo nggak kecewa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s