My Weekend Project; Chocolate Pudding

Huehehehehehe…

Ini udah tengah-tengah minggu, tapi eh malah nulis weken project, telat banget yah… Padahal kalo yang lain pasti udah di-upload awal minggu gitu, eh aku entah kenapa kena laziness-strike. Apa karena suasananya udah menjelang akhir tahun, banyak orang liburan? Jadi kebawa ikutan santei-santei juga niy.
Proyek akhir minggu ini adalah bikin puding coklat dengan saus vanilla. Makanan penutup ini khusus aku buat karena ada farewell party salah satu rekan si Mas yang akan kembali ke Indonesia setelah selesai menempuh pendidikannya. Awalnya untuk farewell party ini aku nggak ada ide apa yang mo aku bawa, tapi pas jalan-jalan ke Kmart minggu lalu dan ngeliat cetakan kue berbentuk castle, aku langsung inget anaknya temennya si Mas. Kebetulan temennya si Mas itu datang ke Oz membawa keluarga, jadi di acara farewell party pasti ada banyak anak-anak kecil yang datang juga. So, kayanya lucu tuh kalau ngebawa puding dengan bentuk castle itu. Nggak pake pikir panjang masuklah cetakan kue itu ke keranjang belanjaan. 
Maunya post pake photo cetakan sendiri, tapi nggak sempet-sempet, jadi akhirnya cari di google.

Ho..ho..ho… Ternyata bikin puding itu nggak mudah.

Setelah mencari inspirasi di melalui mbah Google, dan akhirnya malah dapet temen baru, aku nyontek resep yang sudah direkomendasikan sama mbak Sefa. Resepnya sendiri awalnya diambil dari blog milik almarhumah Bunda Inong. Beberapa hari setelah beli cetakan dan dapet resepnya, aku langsung nyiappin bahan-bahan yang dibutuhkan. Agar-agar bubuk carinya di Asian store terdekat, susu dan lain-lain di supermarket.  Lalu dimulailah petualangan memasak puding coklat dengan beberapa percobaan.
Ternyata sodara, kalo pernah ada yang ngebayangin punya juri master chef di rumah itu berarti surga dunia karena juri master chef terkenal kehandalan dalam memasaknya, well, you can be wrong. 
Puding pertama yang aku bikin dengan resep di atas tapi air diganti dengan susu cair dan susu kental manis ternyata nggak sesuai dengan selera si Mas. Katanya ke-bantat-an, kaya dodol. Ouch…
Kemudian, yang kedua kalinya masaknya nyontek plek-plek-an sama resep. Juri master chef bilang, masih nggak selera. Padahal kalo menurut aku versi kali ini rasanya enak. Nih Master jangan-jangan kebanyakan makan ‘guder’ (baca: godher, bubuk agar-agar yang dimasak hanya dengan 900ml air, sehingga teksturnya lebih mudah hancur), dikasih puding resep oke kaya begini eh nggak selera, hehehehe… *pisss Mas v^^* 
Sebelum aku putus asa, aku bikin lagi. Kali ini aku modifikasi dengan menambah susu kental manis dan air sehingga totalnya menjadi 700ml. Walaupun kata my lovely tester ini udah lumayan, tapi karena si Mas pas ngomong agak ragu-ragu, jadi aku mikir kayanya mesti diganti niy versi resepnya. 
Setelah mikir lama, nyari-nyari inspirasi di Google, akhirnya aku dapet ide untuk memodifikasi resep awalnya.

Hasil jadi, plus garnish potongan buah diatasnya, dan teman si Mas yang punya acara sedang memotong puding .

Alhamdulillah, setelah percobaan ke empat akhirnya si Mas bilang yang terakhir pudingnya enak. Setelah aku bawa dan dinikmati oleh tamu-tamu di acara farewell party, ternyata ada dua opini. Ada yang bilang lebih enak kalau lebih kaya gudhir *karena kangen sama jajanan pasar*, dan lainnya kebanyakan bilang enak karena coklatnya terasa. Overall, lega akhirnya puding ini jadi dan habis dengan cepat. Berarti kan rasanya enak, horray!πŸ˜‰

Untuk resepnya aku posting di post selanjutnya yah…πŸ™‚

5 thoughts on “My Weekend Project; Chocolate Pudding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s