Hai, hai…

Honestly, bingung mo nulis apa hehehehehe…🙂

Tapi yah kalo dibiarin rasanya sayang juga blog yang udah dibikin dari empat tahun lalu nggak terurus. Jadi setelah menunda-nunda-nunda-nunda sebegitu lamanya, akhirnya hari ini dengan niatan penuh berusaha untuk duduk di depan komputer dan buka halaman wordpress, bukan yang online store hahahaha…

Anihou, kalo diliat-liat lagi ternyata sejak bulan Maret udah banyak draft posting yang aku bikin, tapi ya itu, malesnya kumat. Setengah nulis posting, udah gitu berhenti. Abis itu lupa kalo udah pernah nulis, dan itu berulang-ulang. Mo dipublish sekarang kok ya rasanya aneh, lha topiknya udah nggak up-to-date lagi sih… *alesan*

*Hhhmmm… bingung, tadi mo nulis apa ya sebenernya*

Recent up date aja kali yah, sapa tau ada yang penasaran dengan kabarnya yang punya blog *GR tingkat tinggi*. Kabar baik, Townsville – Aussie yah gitu-gitu aja, musim dingin yang nggak dingin sudah berlalu dan sekarang sedang menyambut musim panas yang tinggat humidity-nya ampun-ampunan. Sukur alhamdulillah udaranya jauh lebih bersih daripada Jakarta, jadi walaupun panas dan gerah, tapi masih enak buat jogging atau sekedar jalan-jalan.

Mulai sutress karna abis ini back for good ke Indonesia, aaahhh… *ngeliat kamar yang kayanya setahun lalu masih lega, sekarang kayanya makin sempit aja* Banyak yang musti diberesin dan siap-siap dikirim. Bakal kena reverse culture shock untuk kesekian-kalinya nih… *drama queen mode on*

Tapi serius deh, kalo yang udah biasa berpergian dan berpindah-pindah tempat tinggal dari negara satu ke negara lainnya, atau mudahnya dari daerah dengan adat yang berbeda ke daerah yang adat dan kebiasaannya jauh berbeda, pasti merasakan kalau culture shock itu nggak sesulit saat mengatasi reverse culture shock. Bepergian, atau terutama tinggal di negara dengan kebudayaan yang berbeda dalam jangka waktu yang lama dan berinteraksi dengan orang asli negara tersebut, it is a life changing experience, trust me!

Saat terdampar di Amerika, dua tahun lalu dan berinteraksi dengan orang-orang setempat hampir setiap waktu karena jumlah orang Indonesia di kota yang aku tinggali hanya bisa dihitung dengan satu tangan, banyak memberikan pengalaman dan membuka pikiran dan cara pandang. Kadang kalau dilihat dari pengalaman saat aku dan teman-teman masih di Amerika dan tinggal di kota yang memiliki jumlah orang Indonesia yang terbatas, kami mau tak mau bersosialisasi dengan komunitas setempat dan kami banyak terlibat di kegiatan sosial yang ada. Karena keterlibatan dan keikut-sertaan dalam komunitas setempat (volunteer work) tidak hanya membantu komunitas tersebut tapi juga memberikan manfaat tersendiri bagi pelakunya. There is a time to be given and to give. Volunteer work adalah salah satu cara bagaimana kita memberikan sesuatu pada komunitas setempat, karena tanpa kita sadari kita telah diberikan ‘acceptance-attitude’ dari komunitas tempat kita bertempat tinggal.

*aduuh… kok jadi ceramah…*

Balik ke tema-sutress, belum juga balik ke Indonesia, aku dan si Mas udah mulai ditanya-tanya tentang tempat bernaung kami nanti ketika kembali ke Indonesia. Nah lho, nah lho, nah lho… Memang awalnya sejak kami menikah, kami berencana untuk beli rumah, tapiiii… semenjak menikah si Mas sudah ambil ancang-ancang untuk kuliah ke luar, jadi rencana beli rumah ditunda dulu, berubah jadi nge-kost. Surat penerimaan sudah ditangan, tapi karena urusan brirokrasi yang rumit *pe-en-es, pe-en-es…*. Jadi rencana awal yang kita mo nge-kost-ceria sambil siap-siap mo berangkat jadi mundur sampai… sampai aku malah dapet beasiswa ke Amerika, sampai selesai masa sekolahku, sampai aku udah kembali ke Indonesia… si Mas belum juga berangkat, akhirnya nge-kost-ceria berubah jadi nge-kost-terus. Sukurnya nggak lama, *buat yang belum baca curhatanku setahun lalu* karena dua bulan setelah aku sampai ke Indonesia, urusan kuliah si Mas akhirnya beres dan si Mas berangkat juga.

Nah, akhirnya kami berdua yang setahun ini santai-santai beibeh, nggak mikir rumah *nunjuk diri sendiri, soalnya si Mas pasti mikirin ini, hopefully, ya kan Mas?*, sampai pada bulan-bulan terakhir sebelum back for good dan bertanya-tanya, ‘Nanti pas balik ke Jakarta mo tinggal dimana?’

Dimana coba? Beli rumah di Bogor, Bekasi, Depok, atau Tangerang, atau beli satu Ancol Mansion aja kali yah? Jadi si Mas kalo ke kantor tinggal lompat aja… tanpa lupa mengucapkan aamiin… *ngiimmmpppiiii kali yeee…*

Oiya, sambil ngetik-ngetik ini kayanya aku menemukan ‘clues’, petunjuk kenapa serangan malas menulis blog itu sering kambuh. Karena pertama, aku nggak bisa berbahasa Indonesia yang benar dan nggak fasih berbahasa Inggris juga, akhirnya kalo nggak salah ketik, biasanya malah *atau masih aja* suka campur-campur bahasanya, padahal mo sok keren tapi kayanya malah norak yee… Anndd *ini pasti udah kena coret kalo ketauan guru bahasa Inggris, nggak boleh naruh ‘and’ di depan kalimat, maaf Bu Guru. Tapi entah kenapa naruh kata ‘and’ di depan itu kok selalu berasa pas banget deh hehehe…* untuk nulis posting tidak penting seperti ini dan yang ternyata panjang juga, itu aku butuh waktu lebih dari sejam. Oou-Em-Ji. Serius lho ini, soalnya tadi pas baru nulis dua paragrap eh timer 10 menit yang aku pasang udah bunyi aja. Hadduuhh… ini salah siapa coba, salah si apel yang kerjanya lambat ato si kepala yang dasarnya lambat?Hahahahaha… *nggak usah dijawab yah, apalagi kalo ada yang mo ngejawab faktor kepala, awaasss ya! hahahaha…*

Akhir kata, *karena udah bingung mo nulis apa hahahaha…* selamat berakhir pekan!

10 thoughts on “Hai, hai…

    • Hi Zilko,
      Iya niy, time flies so fast…
      Thanks, reverse culture shock tuh emang sesuatu banget deh… *menirukan gerakan tai-chi, menenangkan pikiran, lebaymodeon*

  1. Akhirnya posting jugaaaaaa….*bantuin ngelap-ngelap blog Chita*
    Klo balik ke Indo, yah situasinya masih kayak kemarin-kemarin lah. Pulang kampung itu sesuatu yang dinanti ya gak? Happy prepare yah!

  2. Chita, klo udah balik ke Indonesia dan udah beli rumah ditunggu reviewnya di sini yah😀 Siapa tahu kita jadi tetangga nanti di Indonesia. Btw, cari rumah di daerah Serpong aja😀 Aku tunggu reviewnya.

    • Mbak Fety ada rencana beli di Serpong ya? Aku usulkan ke pak Suami. Kemarin pak Suami pinginnya di Bogor, karna udaranya masih mirip-mirip ma Malang *kampung kita berdua*, tapi belum pasti juga sih. InsyaAllah nanti ketika balik baru cari, nanti kalau ada yang pas di dompet dan di hati, aku review pilihan-pilihan kami Mbak…😉 *mohon doanya yah…*

    • Hahahaha… keliling-keliling Mbak dari dapur, kamar, dan kamar mandi hehehehehe…🙂
      Sedang berusaha menumbuhkan semangat menulis lagi niy Mbak hehehehe…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s