Life or Drama, or Living in Drama?

Kalau mendengar cerita dari teman tentang salah seorang teman mereka yang memiliki pengalaman hidup bagaikan drama sinetron di TV, rasanya aku kurang percaya kalau ada pengalaman hidup yang sedramatis itu. Kadang malah suka berpikir apa mungkin cerita tersebut dibuat-buat, atau sengaja dilebih-lebihkan agar terkesan dramatis. Tapi ternyata setelah beberapa kali mendengar dari orang terdekat yang mengalami hal seperti itu akhirnya aku bisa percaya kalau memang ada beberapa orang yang ‘diuji’ oleh Allah SWT dengan alur kehidupan yang lebih dari orang lain.

Misalnya ada seseorang yang aku kenal, dia dan pacarnya bersikeras untuk tetap menikah sampai-sampai ingin kawin lari karena orang tua dari salah satu mereka tidak menyetujui hubungan mereka. Alasannya, simpel karena hari lahir mereka tidak cocok, intinya apabila diteruskan bisa membawa petaka bagi mereka atau keluarganya. Kalau begini bagaimana, mau tetap dilanjutkan hubungannya dengan dasar agama (karena di Islam, kepercayaan akan baik dan buruk menurut tanggal atau apapun itu adalah ‘syirik’) atau patuh pada orang tua?

Atau cerita lain tentang pasangan yang telah menikah, namun dipaksa oleh orang tua salah satu dari mereka untuk bercerai. Cerita seperti ini banyak sekali aku dengar dengan alasan orang tua yang berbeda-beda, mulai dari alasan berbeda suku, berbeda latar belakang ekonomi, sampai karena alasan fisik. Mmm… Ini termasuk kehidupan yang tidak mudah, betul bukan?

Ada juga cerita tentang seseorang yang beberapa kali menjalin hubungan serius dan ingin menuju jenjang selanjutnya, menikah, namun beberapa kali pula gagal. Mulai dari orang tua sang pacar yang tiba-tiba menjodohkan anak perempuan mereka dengan orang yang lebih dinilai matang. Pengalaman keduanya adalah saat menjalin hubungan dengan yang lain sang orang tua ternyata tidak menginginkan anak perempuan mereka berada di lain kota mengikuti si calon suaminya tersebut, dan tiba-tiba menikahkan anak perempuannya dengan laki-laki lain. Betapa rasanya dua kali ingin menuju jenjang serius, tetapi malah mendapatkan undangan pernikahan dari mantan calon istri, tidak terbayang rasa sedihnya.

Nah yang itu pengalaman dengan sub-judul ‘Cinta dan Pasangan’, memang paling mudah mencari contoh kalau berhubungan dengan kata cinta dan pasangan. *pengalaman jadi tempat curhat euy hehehehe…* Ada pula pengalaman hidup yang terkesan dramatis dalam sub-judul ‘Pekerjaan dan Karir’, atau sub-judul ‘Keuangan’. Untuk keuangan, aku pernah dengar cerita dari landlordku, dia memiliki teman yang dulu kehidupannya sulit. Si teman tiba-tiba menang lotere dan bisa merasakan kekayaan, namun singkat. Karena tidak bijak mengelola uang yang dimiliki, kekayaannya habis dalam sekejap. Akhirnya dia kembali merasakan kehidupan yang sulit.

Anihou, walaupun bagiku kehidupanku cenderung datar tanpa drama *syukur alhamdulillah*, tapi ada juga yang berpendapat bahwa ada pengalaman lalu dalam kehidupan datarku ini yang bisa dianggap ‘drama’ oleh mereka. Masa? *Bingung, yang mana? Sibuk buka-buka arsip sub-judul ‘puber dan ababil’ hehehehe… * Dari sini aku bisa mengambil kesimpulan bahwa semua orang memiliki satu titik dalam kehidupan mereka yang terkesan ‘drama’ di mata orang lain. Kira-kira kesimpulanku benar atau salah ya?๐Ÿ™‚

12 thoughts on “Life or Drama, or Living in Drama?

  1. Chitta.. Cerita cerita pengalaman di blog ini aja bagiku kayak baca novel drama kok.. Hehehe.. Aku jg ngerasa hidupku ga pake drama2an segala.. Ga tau juga ya klo ada yg nilai kehidupan aku ada yg bisa diangkat cerita buat sinetron *eh… ( Hehehehe) ….

  2. wah .. belum berani menjawab pertanyaan akhirnya nih Chita, aku malah penasaran dengan banyak nya cerita kehidupan yg kau tuliskan di atas yg verhubungan dgn cinta anak manusia๐Ÿ™‚

    • Hihihihi… Kebetulan sering jadi tempat curhat Mbak.
      Kadang merasa takjub dengan beberapa teman yang perjuangan mereka lebih berliku untuk mendapatkan pasangan hidup.๐Ÿ™‚

  3. drama gak drama nya juga kadang tergantung persepsi orang ya chit.
    kalo orangnya selalu berpikiran positif ya mungkin merasa hidupnya gak drama. tapi kalo emang orangnya drama queen/king, yang small things juga bisa jadi drama….๐Ÿ˜€

  4. Jangan-jangan ada yang memandang satu titik di kehidupanku ini drama ya?? hahaha๐Ÿ˜† . Padahal rasanya ya selama ini biasa-biasa aja gitu deh๐Ÿ˜€

  5. kehidupan seseorang bisa nampak drama atau nggak ( di blog), bisa juga tergantung permainan kata aja….๐Ÿ˜€ kadang kesulitan seseorang nampak tak berat karena si penulis blog menceritakannya dengan gaya yg santai dan penuh humor. bisa juga masalah yg sebenarnya sepele, tapi si penulis menceritakannya dengan dramatis dan penuh emosi….. cmiiw ya๐Ÿ˜€

    • Setuju, setuju… Kalau diandaikan cerita di blog, maka musti ditambahin penyedap kali yah, jadi ceritanya bisa terkesan dramatis hihihihi…๐Ÿ™‚

    • setuju juga, kan karna setiap individu memiliki mata dan akal sendiri, bisa jadi masing-masing orang memiliki pengartian yang berbeda untuk setiap kejadian yang ada๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s