Greek Festival and International Rugby Match

Hari Sabtu kemarin bisa dibilang hectic banget, karena aku dan si Mas punya dua kegiatan yang nggak pingin kami lewatkan. Yang pertama Greek Festival yang diadakan local greek community, dan yang kedua adalah pertandingan rugby antara Australia dengan New Zealand.

Greek Festival

Karena Australia pada dasarnya adalah negara imigran (sama seperti Amerika Serikat dan Kanada), maka banyak komunitas-komunitas yang terbentuk di negara ini berdasarkan negara asal pendatang. Ini terjadi pula di Townsville, terlebih karena Townsville adalah kota pekerja, maka banyak pendatang-pendatang dari negara lain pindah ke kota ini sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Untuk mempertahankan budaya mereka sekaligus memperkenalkannya pada masyarakat luas di kota ini, masing-masing komunitas setiap setahun sekali mengadakan festival budaya mereka di Townsville. Kali ini adalah giliran komunitas yang datang dari Yunani (Greece, orang Yunani = Greek).

Sejak sebulan yang lalu di beberapa tempat di Townsville sudah mulai terpasang pengumuman tentang festival ini. Saat melihat iklannya dua hal yang membuat aku tertarik untuk datang, pertama tempatnya bisa kami jangkau *maklum busmania* dan yang kedua ada tulisan di highlight ‘free of entry’ *siapa coba yang bisa nolak gratisan? hehehehe…*. Setelah browsing jadwal acara festival ini di internet, kami berdua sengaja berangkat sebelum dhuhur, karena kami berencana untuk tidak berlama-lama di sana dan hanya berada di sana saat acara budaya dan hiburan yang ingin kami tonton dimulai.

Saat kami sampai di tempat festival, kami berkesimpulan ternyata cukup banyak orang Yunani yang bermukim di Townsville, terbukti dengan meriahnya festival yang mereka adakan. FYI, bosku, si pemilik perusahaan tempat aku memburuh juga orang keturunan Yunani lho! *berarti banyak kan?*

Ada beberapa venues di acara festival kemarin, ada amusement park kecil-kecilan untuk anak-anak *kaya pasar malem gitu*. Ada Agora Market yang merupakan pasar yang menjual sayuran dan barang-barang khas Yunani. Ada beberapa toko makanan, mulai dari pasar makanan Yunani, sampai stand untuk minum kopi. Dan yang terakhir adalah tempat yang kami tuju, panggung hiburan, yeay!

*mmm… sebenernya ada arti dibalik kata ‘yeay’…*

Ketika kami sampai di sana, pas banget dengan acara yang kami aku tunggu-tunggu, selain kami ingin melihat tarian khas Yunani, aku pingin liat Alvin and theย Chipmunks!!! hehehehehe…

Si Mas pas ngeliat aku buru-buru cari tempat duduk agak ke depan, kemudian si Alvin dan teman-temannya keluar, langsung paham kenapa istrinya pingin cepet sampe di tempat acara, yo’i si Istri pingin liat Alvin Cs nari Macarena hehehehehe…

Mari kita skip cerita tentang trio chipmunks yang imut-imut itu dan berkonsentrasi pada hal yang khas Yunani. Setelah Alvin Cs nari dan nyanyi-nyanyi selama lima belas menit, kemudian kami disuguhi tarian Yunani yang ditarikan oleh anak-anak. Setelah itu gilirannya penari dari komunitas Yunani di Sydney yang menampilkan tarian tradisional Yunani.

Karena secara geografis Yunani terletak di Eropa bagian selatan dan berdekatan dengan jazirah Arab (Asia Barat dan sebagian negara Afrika Utara) maka musiknya mirip dengan musik dari negara Arab. Dan ada pula beberapa gerakan yang ditarikan oleh penari prianya yang mirip dengan tarian Arab. Tariannya sendiri sepertinya gabungan dari beberapa tarian karena kemarin mereka menari kurang lebih tiga puluh menit. Sukurnya tarian mereka adalah tarian rancak, jadi aku nggak ketiduran pas nonton hehehehehe…


Selain panggung hiburan yang diisi oleh tarian dan Alvin Cs, di festival ini mereka juga menampilkan band Yunani dari Sydney *yang otomatis bikin kami berdua agak bosen, karna nggak ngerti apa yang mereka nyanyiin*, acara masak-memasak, dan berbagai lomba. Seperti kompetisi olive spitting (ngeludahin buah zaitun), grape stomping (nginjek-nginjek anggur dalam tong), Greek dancing (nari Yunani), dan nggak ketinggalan yang paling khas adalah plate smashing (mecahin piring) hahahaha…

Karena si Mas ada janji sama temen-temenya untuk bikin video menyambut hari guru, maka setelah menonton tarian Yunani dan berkeliling-keliling sebentar di tempat makanan dan pasar Yunani, kami memutuskan untuk pulang.

Kanggaroos VS Kiwis

Sorenya kami punya rencana untuk menonton pertandingan rugby antara Australia (Kanggaroos) dengan New Zealand (Kiwis). Kalo boleh cerita dari awal, sebenernya aku yang piingiiin banget nonton pertandingan rugby secara langsung di stadion di kota kami, karena ada team nasional yang bermarkas di Townsville. Jadi sejak kompetisi NRL (National Rugby League) Australia dimulai awal tahun ini aku sudah mulai nyari-nyari tanggal yang pas buat nonton. Sayangnya sampai kompetisi ini berakhir aku belum bisa merasakan asiknya nonton langsung.

Kemudian di pertengahan tahun, aku dengar akan ada pertandingan Australia versus New Zealand yang akan berlangsung di sini. Awalnya nggak optimis untuk dapet tiketnya, karena tiket untuk pertandingan ini sudah mulai dijual sejak bulan Juli. Dan hari senin minggu lalu saat aku ke front-desk mall deket rumah yang kebetulan juga menjual tiketnya, kata mereka tiket untuk pertandingan tersebut sudah habis. Tapi di hari Selasa, setelah pulang dari kerja, aku ngeliat di Facebook page mall tersebut kalau mereka mengadakan giveaway, yaitu dua tiket gratis bagi tiga orang pertama.

Si Mas nanya ke aku apa aku tertarik untuk ikutan giveaway mereka. Aku jawab, ‘Iya.’ Setelah sholat ashar, kami buru-buru ke mall tersebut dan saat sampai di front-desk, aku bilang kalo aku liat pengumuman di facebook dan nanya apa tiket gratisnya masih ada. Dan ternyata masih ada!! Woott..wooott…!!

Akhirnya kami nonton pertandingan langsung di stadion kota kami!

Jadi kemarin setelah si Mas selesai bikin video dengan teman-temannya, kami berangkat naik taxi ke stadion. Kami nggak bisa naik bis khusus untuk penonton karena waktu sholat magrib yang berdekatan dengan waktu dimulainya pertandingan.

Daaan sama seperti ceritanya si Bebe di Paris, kayanya momen penting itu biasanya disertai ‘out of mind-stuff’. Silly thing yang terjadi kemarin adalah kami nggak bisa masuk stadion karena si Mas membawa kamera DSLRnya plus lensa panjang. Oohhh my…

Kesalahannya kami nggak membaca peraturan yang tercantum di balik tiket sebelumnya. Ugghh… sebagai orang yang rajin ngebaca surat kontrak dan perjanjian, lha ini kok bisa aku kelupaan ngebaca… Akhirnya kami balik lagi ke rumah kemudian kembali lagi ke stadion, karena bis penonton baru akan jalan setelah pertandingan usai, maka kami harus naik taxi. Huhuhuhu… Biaya naik taxinya mahal euy…๐Ÿ˜ฆ

Tapi itu semua pikiran mengenai biaya taxi yang mahal terhapus saat kami masuk stadion, karena kami ternyata dapet kursi enak. Tempat kami duduk ada tribun yang deket dengan lapangan dan sisi yang ‘ekslusif’. Sampai-sampai supervisor di bagian kerjaku pas aku kasih tau kalo aku dapet tiket di sisi ini, dia bilang kalo aku dapet sisi yang enak banget *dan mahal*.

Pertandingannya seru banget, apalagi saat tim Kanggaroos bisa ngalahin tim Kiwis, 18-10. Horray!!

Nah ada yang sempet nanya kenapa aku seneng nonton rugby, jawabannya panjang kalo dijelasin hehehehe… Kalau disingkat, dulu pas di Amrik, keluarga mentorku seneng banget nonton american football, yang mana sekilas mirip dengan rugby. Jadi pas aku nonton rugby pertama kali aku bisa mengerti cara main mereka. Tapi jangan nanya apakah rugby dengan american football mirip pada masing-masing pendukung olah raga ini, karena mereka akan spontan ngejawab, ‘Noooo!!’ dengan nada tersinggung. Intinya mereka nggak mau olah raga yang dicintai disamakan dengan olah raga lain hehehehe… *padahal ya mirip-mirip lho…*

Di pertandingan seru ini semua tiket ludes terjual dan totalnya ada 26.479 orang yang datang malam kemarin, padahal kapasitas maksimal stadion ini adalah 26.500 orang. Kebayang kan penuhnya…

Dan kebayang pula ngantri busnya untuk balik pulang, yang paaaaaaaaannnnjjjaaaaaaaanggg dan laaaaaaammmmmaaaaaaaa…

Kemarin malam mungkin lebih dari dua pertiga orang mengantri bus dan taxi. Ada beberapa alasan yang menyebabkan. Pertama, minum beer sambil nonton pertandingan olahraga seperti ini adalah biasa, dan ada larangan menyetir bagi orang yang memiliki kadar alkohol di atas ketentuan yang berlaku. Sehingga banyak orang lebih memilih naik bus atau taxi daripada membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain dengan menyetir dalam keadaan yang tidak fit. Alasan lainnya adalah karena tempat parkir yang terbatas di area stadion, hanya untuk 2000 mobil. Nggak akan cukup kan untuk 26 ribu orang?!๐Ÿ™‚

Ada beberapa jalur bus yang disediakan, ada yang gratis (untuk rute dekat) dan berbayar (untuk rute jauh). Tempat tinggal kami termasuk rute jauh, jadi kami harus mengantri panjang.

Saat melihat antrian panjang si Mas mulai deh menggerutu, aku rasa dia kecapekan karena nggak berhenti beraktifitas dari pagi sampai malam (kami keluar stadion jam 9 malam), jadi dia agak mudah menggerutu. Mulai pingin antri di tempat taxi, dan aku tolak karena antriannya panjang dan taxi nggak selalu datang, sedangkan bus bisa mengangkut banyak orang sehingga aku pikir lebih kami akan lebih cepat sampai, dan menggerutu di banyak hal lain hehehehehe… *kasian si Mas…*

Aniwei, setelah kami mengantri selama empat puluh menit, akhirnya kami dapet bus dan sampai di halte terdekat dengan rumah. Eh di perjalanan ke rumah, aku bingung cari toilet terdekat. Akhirnya kencan malam itu kami habiskan dengan minum hot choco di McCaffe yang buka 24 jam dan ada toiletnya! Perut hangat, hati tenang, perjalan pulang ke rumah sudah dengan mood yang lebih baik, malah bisa ketawa-ketiwi hihihihi… What a night day!๐Ÿ™‚

32 thoughts on “Greek Festival and International Rugby Match

    • Hehehehe… Aku nggak cukup PeDe untuk ngantri bareng anak-anak kecil Man hihihihi… Nanti deh kalo udah ada anak, aku jadi ada alasan buat ikut antri hahahaha…๐Ÿ˜€

  1. Romantis bener weekend bareng si Mas.
    Kata temenku emang sih Australia itu tempat berkumpulnya orang dari seluruh penjuru dunia, kalau mereka pulang kampung semua makan Australia bisa sepi..
    Kalau soal rugby aku kok kurang suka, tapi kalau bola Australia lawan New Zealand kayaknya keren tuh..

  2. Komunitas Yunani kayaknya memang banyak dimana-mana ya Chit. Disini juga gitu, banyak banget lho international students yang dari Yunani (eh, tapi nggak yakin juga kalo dibandingin sama Belgia banyak mana; tapi Belgia kan deket gitu ya dan bahasanya juga bahasa Belanda jadi gak heran juga kalo banyak, nyahahaha๐Ÿ˜† ). Yunani itu aku suka sama aksaranya soalnya banyak dipakai di matematika kan. Jadi kalo ngeliat tulisan Yunani gitu langsung gimanaa gitu ngeliatnya, isinya delta alpha gamma omega dll, wkwkwkw๐Ÿ˜† .

    Aku nggak ngerti rugby/American football lho. Di Eropa juga nggak terlalu populer sih, hahahaha. Tapi memang rasanya seneng banget ya kalau dapat seat yang oke gitu๐Ÿ™‚

  3. waaahh,,, acaranya seru bener mbak chita.. kalau aku juga samaan tuh, paling malu untuk foto foto.. beda banget yak dengan mas arman. tapi dia ada alasan untuk anaknya seh.. hehehe..

    kalau soal rugby dan american football aku gak ngeh mbah, sedangkan basket aja aku masih dong dong ngertinya.. hehehehe

    • Aiiiihhhh kenapa manggil Mbak sih say… *berasa punya uban dan keriput!!๐Ÿ˜ฆ *

      Hihihihi… sebenernya kemarin itu aku udah hampir aja foto di wall promonya Alvin Cs, *nggak dapet tokohnya, dindingnya pun jadi* tapi pas mo foto eh ketemu temennya suami, nggak cukup pede kalo ketauan foto di wall itu sama orang yang dikenal hahahaha…๐Ÿ˜€

    • Si Alvin Cs di-hire untuk meramaikan aja. Kan anak-anak pada suka tuh kalo diminta joget-joget bareng. Kalo buat ortu mereka jadi ada alesan buat dateng ke festival hihihihi…๐Ÿ˜€

      Yang aku pernah coba rasanya sih enak Be, mungkin karna udah disesuaikan sama lidah bule kali yah… hehehehehe…
      Tapi pas festival itu aku nyobain dessert-nya aja. Namanya loukoumades, rasanya kaya donat mini dibalur madu dan ditaburi gula halus. ๐Ÿ™‚

  4. Jadi kesimpulannya, ke acara itu motivasinya cuma pengen nonton Alvin doang? *tepok jidat*

    Aku ampe sekarang gak ngerti rugby itu mainnya gimana hahaha…..tapi klo bisa nonton langsung dan dapet tiket gratis siapa yang gak mau…ya kan chit?

    • HIhihihi… Nggak dong Mayy, Alvin tuh bonusnya *tapi bonus di awal… :p *

      Simpelnya Mayy, kalo sepak bola, bolanya ditendang-tendang. Nah kalo di rugby dan american football bolanya dipeluk dan dibawa lari hihihihihi…๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s